Aktual Tangerang – Realisasi investasi di Kota Tangerang, mencapai Rp11,7 triliun sepanjang semester I 2026. Capaian tersebut setara 77 persen dari target investasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp15,15 triliun.
Investasi selama periode Januari–Juni 2026 itu terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,385 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp3,349 triliun.
Realisasi tersebut tersebar dalam 18.136 proyek dan menyerap 29.887 tenaga kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan aktivitas investasi daerah masih bergerak kuat. Kondisi tersebut bertahan meskipun perekonomian global menghadapi berbagai tantangan.
“Realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp11,7 triliun atau sekitar 77 persen dari target RPJMD sebesar Rp15,15 triliun. Investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja,” kata Sugiharto, Senin (12/10/2026).
Sektor Properti dan Industri Dominasi Investasi
Berdasarkan data DPMPTSP, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp3,340 triliun.
Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menyusul dengan nilai Rp1,548 triliun. Sementara itu, industri kimia dan farmasi mencatatkan investasi sebesar Rp1,156 triliun.
Sektor perdagangan dan reparasi turut menyumbang Rp1,103 triliun. Berikutnya, industri karet dan plastik mencapai Rp955 miliar.
Industri makanan mencatatkan investasi Rp648 miliar, sedangkan jasa lainnya mencapai Rp634 miliar. Industri mineral nonlogam menyumbang Rp425 miliar.
Adapun sektor hotel dan restoran mencatatkan investasi Rp398 miliar. Sementara itu, industri mesin, elektronik, dan optik mencapai Rp278 miliar.
Dari sisi penanaman modal asing, Seychelles menjadi negara asal investasi terbesar pada triwulan II 2026. Nilai investasinya mencapai Rp1,075 triliun.
China menyusul dengan investasi Rp317 miliar. Singapura mencatatkan Rp252 miliar, Hong Kong Rp117 miliar, dan Jepang Rp93 miliar.
Investor dari Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Inggris, dan Belanda juga masuk dalam daftar negara dengan investasi terbesar pada periode tersebut.
Investasi Triwulan II Naik, tetapi Belum Menyamai 2025
Realisasi investasi Kota Tangerang pada triwulan II 2026 mencapai Rp6,283 triliun. Nilai tersebut terdiri atas PMDN sebesar Rp4,181 triliun dan PMA sebesar Rp2,102 triliun.
Capaian triwulan II meningkat sekitar 15 persen dibandingkan triwulan I 2026. Pada periode Januari–Maret, realisasi investasi tercatat sebesar Rp5,45 triliun.
Namun, secara tahunan, kinerja investasi masih menghadapi tantangan. Realisasi triwulan II 2026 lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pada triwulan II 2025, investasi Kota Tangerang mencapai Rp8,211 triliun.
“Dengan demikian, capaian semester I 2026 tidak serta-merta menunjukkan pertumbuhan tahunan, tetapi memperlihatkan kemampuan daerah mengejar target tahunan yang cukup tinggi,” katanya.
Jika dilihat berdasarkan capaian tahunan, kinerja investasi Kota Tangerang menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2023, realisasi investasi tercatat sekitar Rp14,9 triliun. Nilainya kemudian mencapai Rp14,5 triliun pada 2024.
Pada 2025, realisasi investasi melonjak menjadi sekitar Rp22,54 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 55 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Sugiharto menyebut peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi. Capaian itu juga memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu tujuan investasi.
Menurutnya, kemudahan perizinan dan iklim usaha yang kondusif menjadi faktor penting untuk menarik penanaman modal.
“Untuk menjaga dan meningkatkan realisasi investasi, Pemkot Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha serta melakukan inovasi layanan perizinan,” ujarnya.
Wali Kota Minta Perizinan Tidak Dipersulit
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan kemudahan berusaha menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi. Kebijakan tersebut juga diperlukan untuk memperluas pembukaan lapangan kerja.
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait tidak mempersulit proses perizinan bagi pelaku usaha.
“Saya tegaskan kepada perangkat daerah terkait perizinan, jangan ada yang dipersulit. Semua harus dipermudah, didekatkan, dan dipercepat. Karena ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja,” ujar Sachrudin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan transformasi pelayanan publik turut mendorong investasi. Upaya tersebut dilakukan melalui keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan digitalisasi layanan perizinan.
Pemerintah daerah berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
“Berbagai inovasi yang dihadirkan dalam pelayanan perizinan memberikan kecepatan dan kemudahan serta kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Ini berdampak realisasi investasi,” kata Maryono.
Sepanjang 2025, DPMPTSP Kota Tangerang telah memverifikasi 5.935 izin berusaha. Pemerintah kota juga menyediakan sejumlah layanan untuk mempercepat kegiatan usaha.
Layanan tersebut meliputi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) 10 jam untuk rumah tinggal. Pemerintah juga memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM.
Selain itu, Pemkot Tangerang menyediakan Peta Potensi dan Peluang Investasi Kota Tangerang. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat iklim usaha dan meningkatkan daya tarik investasi daerah. (*)










Leave a Reply