Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menemukan delapan kasus Influenza A yang terkonfirmasi sepanjang Agustus hingga September 2026. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie meminta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan infeksi saluran pernapasan tersebut.
Pemkot Tangsel melalui Dinas Kesehatan memperkuat pemantauan dan deteksi dini untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus. Masyarakat juga diminta menjaga kesehatan dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
“Yang penting masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kita terus melakukan pemantauan melalui Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat juga harus menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala,” ujar Benyamin, Minggu (11/10/2026).
Benyamin mengatakan, pemantauan perkembangan kasus perlu dilakukan secara berkala. Langkah tersebut diperlukan agar potensi peningkatan penularan dapat diketahui sedini mungkin.
Pemkot Tangsel juga terus berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menindaklanjuti perkembangan kasus.
“Kita terus melakukan surveilans dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan. Jadi, kalau ada perkembangan kasus, bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” kata Benyamin.
Delapan Kasus Influenza A Sejak Agustus
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan, delapan kasus Influenza A tercatat dalam laporan Sentinel ILI Puskesmas Serpong 1 melalui aplikasi New Alla Record (NAR).
Kasus tersebut ditemukan secara bertahap sejak Agustus hingga September 2026. Rinciannya, satu kasus tercatat pada 19 Agustus, tiga kasus pada 1 September, dua kasus pada 14 September, dan dua kasus pada 15 September 2026.
Sampel pasien yang terkonfirmasi positif diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta.
Allin mengatakan, seluruh pasien mengalami gejala yang sesuai dengan indikator influenza-like illness (ILI). Gejala tersebut meliputi demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
Ia menjelaskan, influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang dapat menular melalui percikan droplet. Penularan dapat terjadi ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
“Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menular melalui percikan droplet saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, masyarakat perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama ketika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan,” ujar Allin.
Tangsel Catat 256 Kasus ILI
Selain delapan kasus Influenza A terkonfirmasi, Dinas Kesehatan Tangsel mencatat 256 kasus ILI pada minggu ke-36. Data tersebut berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Allin menegaskan, angka 256 kasus ILI tersebut tidak dapat diartikan sebagai 256 kasus Influenza A. ILI merupakan kumpulan gejala yang menyerupai influenza dan dapat disebabkan berbagai virus.
Virus penyebabnya antara lain Influenza tipe A, B, maupun C.
Dinas Kesehatan terus melakukan surveilans melalui fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas. Pemantauan tersebut bertujuan mendeteksi kemungkinan peningkatan penularan sejak dini.
Koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan lintas sektor juga diperkuat. Langkah tersebut dilakukan agar perkembangan situasi dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara cepat.
“Pemantauan akan terus dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Puskesmas. Kami juga memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan lintas sektor untuk melihat perkembangan kasus secara lebih dini,” ujar Allin.
Allin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi kesehatan yang belum terverifikasi.
Ia meminta masyarakat tetap tenang sekaligus waspada terhadap gejala infeksi saluran pernapasan. Warga yang mengalami gejala dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Kenali gejalanya, lakukan pencegahan, dan segera periksa apabila kondisi kesehatan membutuhkan penanganan,” pungkasnya. (*)







Leave a Reply