Kegiatan lainnya termasuk pemilahan sampah, pentas seni, kompetisi sekolah, dan pameran mini bertema “Tangerang Langit Biru 2025”.
Acara ini juga dihadiri Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Tampak hadir juga, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup, Nurhadi Wardoyo.
Nurhadi menekankan pentingnya program lingkungan untuk mitigasi iklim dan pengendalian pencemaran udara. Menurutnya, kampanye Langit Biru adalah langkah nyata untuk memperbaiki kualitas udara.
“Pemerintah mendorong pengelolaan sampah secara konsisten agar tidak terjadi pembakaran ilegal,” tegas Nurhadi.
Program Ayok TLB 2025 telah berlangsung sejak Maret 2025 di wilayah Sindang Jaya.
Kegiatan meliputi edukasi di 16 sekolah, lokakarya warga, bersih-bersih masjid, dan kunjungan ke TPST.
Sindang Jaya dipilih karena masih menghadapi masalah TPST liar dan pembakaran sampah dari luar daerah.
Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
“Edukasi tentang pengelolaan sampah penting untuk generasi muda,” katanya.
Ia sebutkan, Provinsi Banten menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari.
Namun, baru 13 persen sampah yang berhasil diolah.
“Kita butuh kolaborasi agar Tangerang benar-benar memiliki langit yang bersih,” ujar Andra Soni.
Hal senada dikatakan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. “Sampah adalah masalah bersama. Gotong royong kunci untuk mengatasinya,” ucapnya.
Ia berharap Kabupaten Tangerang menjadi daerah yang bersyukur, berkarya, dan berdaya.
Direktur Veritas Edukasi Lingkungan Benedict Wermter mengatakan kampanye ini sebagai langkah penting untuk memberdayakan generasi muda dalam menghadapi krisis sampah.
“Indonesia bisa bersih. Anak muda harus berani bertindak dan berinovasi untuk solusi lingkungan,” katanya.
Ke depan, Veritas dan Alam Sutera akan melanjutkan kampanye ini ke tingkat nasional bahkan internasional.
Mereka menargetkan Sindang Jaya sebagai kawasan percontohan bebas polusi dan pembakaran sampah di Banten.











Leave a Reply