Aktual Tangerang – Seorang warga Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, kembali didatangi pengemudi ojek online (ojol). Warga tersebut mengaku tidak pernah memesan layanan ojek online yang diterima pengemudi.
Peristiwa terjadi di Jalan Menjangan III Gang Abdul Karim II, Selasa (6/10/2026). Kejadian tersebut sekitar pukul 21.30 WIB.
Pengemudi ojol datang setelah menerima pesanan dengan alamat rumah warga tersebut.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan adanya laporan terkait pesanan ojol diduga fiktif.
“Piket fungsi bersama Pawas langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima aduan warga terkait adanya order ojek online yang diduga fiktif,” ujar Bambang, Rabu (7/10/2026).
Kejadian bermula ketika warga bernama Desti Domayanti menerima telepon dari seorang pengemudi ojol.
Pengemudi tersebut memberitahu Desti bahwa dirinya segera menjemput sesuai titik pesanan. Namun, Desti mengaku tidak pernah membuat pesanan ojek online tersebut.
“Korban menjelaskan kepada pengemudi bahwa dirinya tidak pernah memesan ojek online tersebut,” ujar Bambang.
Pengemudi bernama Prayugi Hariwanto kemudian menemui Desti di lokasi tersebut. Keduanya berusaha mencari pemilik akun yang digunakan untuk membuat pesanan.
Berdasarkan penelusuran, akun pemesan diketahui menggunakan nama Puspa.
Desti bersama pengemudi kemudian mendatangi rumah Puspa di lokasi kejadian. Namun, orang yang dicari tidak berada di rumah ketika keduanya datang.
Bukan Pertama Kali Didatangi Ojol
Peristiwa tersebut ternyata bukan kejadian pertama yang dialami Desti. Kepada polisi, ia mengaku sudah beberapa kali didatangi pengemudi ojol akibat pesanan misterius.
“Korban menyampaikan bahwa kejadian seperti ini bukan yang pertama kali terjadi,” ujar Bambang.
Desti menduga pesanan tersebut berkaitan dengan mantan kekasihnya. Menurutnya, pesanan diduga dibuat seorang perempuan yang memiliki hubungan dengan akun tersebut.
Perempuan tersebut disebut sebagai mantan kekasih seseorang yang berkaitan dengan akun pemesan. Desti menduga perempuan itu masih merasa sakit hati.
Namun, dugaan tersebut masih berdasarkan keterangan Desti kepada polisi. Polisi belum menyatakan pihak yang membuat pesanan ojek online tersebut.
Sementara itu, persoalan dengan pengemudi ojol diselesaikan secara damai. Desti memberikan uang Rp20 ribu kepada pengemudi sebagai penyelesaian atas perjalanan tersebut.
“Permasalahan saat itu diselesaikan secara damai dan korban memberikan Rp20 ribu kepada pengemudi,” ujar Bambang.
Polisi kemudian melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan duduk perkara laporan tersebut. Pemilik akun yang disebut dalam laporan tidak berada di rumah saat pengecekan dilakukan.
Polisi mengimbau warga segera melapor jika mengalami kejadian serupa. Warga juga diminta menyimpan informasi pesanan untuk membantu proses penelusuran.
Informasi tersebut meliputi data akun dan detail perjalanan yang tercantum dalam pesanan. (*)







Leave a Reply