Produk Industri dan UMKM Tangsel Dilirik Pengusaha Kamerun

Adi Subchan - 16 October 2026

Produk industri dan UMKM Tangsel dijajaki untuk pasar Afrika melalui Kamerun. Pemkot Tangsel mengungkap empat LoI kerja sama dengan pemerintah kota di Kamerun. (FOTO: Istimewa)
Produk industri dan UMKM Tangsel dijajaki untuk pasar Afrika melalui Kamerun. Pemkot Tangsel mengungkap empat LoI kerja sama dengan pemerintah kota di Kamerun. (FOTO: Istimewa)

Aktual Tangerang – Produk industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Tangerang Selatan mulai dijajaki untuk menembus pasar Afrika melalui Kamerun.

Peluang tersebut muncul setelah Pemkot Tangsel memfasilitasi pertemuan bisnis (business matching) dengan delegasi pemerintah dan pengusaha Kamerun.

Pertemuan berlangsung di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM, Kecamatan Serpong, Kamis (15/10/2026).

Delegasi Kamerun juga meninjau sejumlah sektor unggulan Tangsel, mulai dari industri manufaktur hingga pengelolaan lingkungan.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kunjungan tersebut difasilitasi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat. Kegiatan itu juga melibatkan Konsul Kehormatan Indonesia di Kamerun, Raoul Ruben Njonou.

Menurut Benyamin, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan industri dan kualitas produk lokal kepada calon mitra bisnis dari Afrika.

Tangsel memiliki beragam potensi industri, mulai dari skala besar, menengah, hingga kecil. Selain industri berbasis teknologi di kawasan Taman Tekno, produk UMKM setempat dinilai memiliki daya saing untuk pasar internasional.

Baca Juga :  Jabatan Sekda Tangsel Digugat, Begini Respon Wali Kota

Benyamin berharap, penjajakan tersebut berlanjut menjadi kesepakatan bisnis konkret antara pengusaha Tangsel dan Kamerun.

“Targetnya, yang pertama memperkenalkan produk-produk hasil industri besar, industri menengah, dan industri kecil di Tangerang Selatan. Kita punya potensi. Dan ini saya berharap setelah ini akan ada kesepakatan bisnis antara para pengusaha Tangerang Selatan dengan pengusaha di Kamerun,” kata Benyamin.

Delegasi Kamerun Tinjau Industri hingga Fasilitas Publik

Selain sektor industri dan perdagangan, delegasi Kamerun mengunjungi sejumlah lokasi untuk mempelajari perkembangan Tangsel.

Delegasi tersebut mengunjungi Puskesmas Pondok Jagung untuk melihat pelayanan kesehatan. Mereka juga meninjau kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 8.

Selanjutnya, delegasi mengunjungi fasilitas pengolahan sampah Material Recovery Facility (MRF) milik Jaya Properti di kawasan Parigi.

Benyamin mengatakan, produk makanan, industri, dan kesehatan menjadi beberapa sektor yang menarik perhatian delegasi Kamerun.

Namun, keterbatasan informasi mengenai potensi produk dan kemampuan pelaku usaha masing-masing negara masih perlu dijembatani.

Karena itu, agenda business matching dinilai menjadi momentum untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal. Pertumbuhan ekonomi Tangsel yang mencapai 5,11 persen juga turut ditopang aktivitas ekonomi UMKM.

“Produk-produk UMKM kita ini punya daya saing yang tinggi karena dari sisi perizinan mereka sudah sangat lengkap dan lain sebagainya. Tinggal kesempatan saja, ini momentum yang paling baik buat kita, didukung oleh DPRD Kota Tangerang Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Disnaker Kota Tangerang Gelar Job Fair di Festival Cisadane 2026

Pengusaha Kamerun Tertarik Pelajari Produk Tangsel

Konsul Kehormatan Indonesia di Kamerun, Raoul Ruben Njonou, mengatakan Tangsel dipilih sebagai tujuan kunjungan karena perkembangan kota dan industrinya.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempelajari pengelolaan wilayah dan pembangunan perkotaan. Agenda itu juga diarahkan untuk membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha.

“Tujuan kami datang ke sini adalah untuk belajar bagaimana cara tumbuh dan berkembang, serta mempelajari bagaimana mereka mengelola wilayahnya. Kami juga membawa serta para pelaku bisnis, mengingat di wilayah Tangerang Selatan terdapat banyak perusahaan; harapannya, para pelaku bisnis kami dapat belajar di sini dan, siapa tahu, menjalin kerja sama bisnis,” tuturnya.

Raoul mengaku terkesan dengan kualitas produk yang diperkenalkan selama kunjungan tersebut. Ia menilai standar pengerjaan dan hasil akhir produk Tangsel cukup baik.

“Sangat baik. Saya bisa melihat kualitasnya secara khusus. Kualitasnya sangat tinggi, dengan hasil akhir (finishing) yang sangat prima. Menurut saya, kita perlu belajar dari sini,” katanya.

Ia berharap, interaksi antara pengusaha kedua negara berkembang menjadi kerja sama yang saling menguntungkan.

Peluang tersebut dapat diwujudkan melalui pemasaran produk Indonesia di Kamerun. Kerja sama juga berpotensi mencakup pertukaran pengetahuan dan keterampilan teknis industri.

Empat LoI Kerja Sama dengan Pemerintah Kota di Kamerun

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, mengatakan delegasi Kamerun tertarik mempelajari berbagai sektor di Indonesia.

Sektor yang menjadi perhatian antara lain pertanian, peternakan, dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Menurut Agung, potensi industri dan produk Tangsel dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas hubungan ekonomi dengan Kamerun.

Ia juga mengungkapkan telah ada empat letter of intent (LoI) untuk kerja sama antara Pemkot Tangsel dan empat pemerintah kota di Kamerun.

“Ini kan sudah luar biasa. Ini kita belum bicara MOU atau kesepakatan bisnis, tapi sudah ada MOU antara dua pemerintah, antara pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan empat pemerintah kota yang ada di Kamerun,” ujarnya.

Agung berharap, penjajakan tersebut membuka lebih banyak kesempatan bisnis bagi pengusaha kedua negara.

Ia menilai Tangsel berpotensi diperkenalkan sebagai salah satu kota di Indonesia yang memadukan pembangunan perkotaan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini