Aktual Tangerang – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turun menjadi 4,13 persen pada 2025. Meski demikian, sebanyak 27.857 orang masih belum mendapatkan pekerjaan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel, Sabam Maringan, mengatakan angka pengangguran di wilayahnya terus menurun dalam tiga tahun terakhir.
“Tingkat pengangguran saat ini sekitar empat persen dari jumlah penduduk Kota Tangsel. Jumlah ini mengalami penurunan” ujar Maringan, Rabu (14 /10/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel, TPT pada 2023 mencapai 5,81 persen. Jumlah pengangguran saat itu tercatat sebanyak 37.945 orang.
Angka tersebut turun menjadi 5,09 persen pada 2024, dengan jumlah pengangguran sebanyak 32.257 orang.
Pada 2025, TPT kembali turun menjadi 4,13 persen. Jumlah pengangguran tercatat sebanyak 27.857 orang dari total 674.454 angkatan kerja.
Capaian tersebut juga melampaui target Pemerintah Kota Tangsel dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Dalam dokumen tersebut, TPT pada 2025 ditargetkan berada pada kisaran 4,76 persen hingga 5,65 persen.
Maringan menilai penurunan angka pengangguran sebagai capaian positif. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan berhenti hanya karena target telah terlampaui.
Disnaker Tangsel akan terus berupaya menekan angka pengangguran selama masih ada warga yang belum memperoleh pekerjaan.
“Kita enggak bisa berorientasi hanya sekadar target, artinya, satu orang pun kalau bisa jangan ada yang nganggur,” kata dia.
Menurut Maringan, penurunan pengangguran bukan semata-mata hasil kerja Disnaker. Capaian tersebut merupakan buah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, dan masyarakat.
Karena itu, Disnaker terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga.
“Sebenarnya bukan hanya Disnaker, tetapi semua pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha,” ujarnya.
Ia juga menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka pengangguran.
Berbagai program ketenagakerjaan pemerintah tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan dan pemanfaatan oleh masyarakat.
Jumlah Pengangguran Lebih Tinggi dari Cilegon dan Serang
Meski tingkat pengangguran terus menurun, jumlah penganggur di Tangsel masih lebih tinggi dibandingkan Kota Cilegon dan Kota Serang.
Berdasarkan data BPS 2025, Kota Cilegon mencatat jumlah penganggur sebanyak 15.479 orang. Angka tersebut menjadi yang terendah di Provinsi Banten.
Kota Serang menyusul dengan 26.008 orang yang belum bekerja. Sementara itu, jumlah penganggur di Tangsel mencapai 27.857 orang.
Data BPS juga menunjukkan pengangguran di Tangsel didominasi lulusan SMA atau sederajat, dengan jumlah 18.883 orang.
Adapun lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja tercatat sebanyak 6.408 orang.
Data tersebut menjadi tantangan bagi Pemkot Tangsel untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesesuaian keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha. (*)









Leave a Reply