Ratusan Siswa SMAN 25 Mogok Belajar, Guru Diduga Lecehkan Siswi

Adi Subchan - 16 October 2026

Ratusan siswa SMAN 25 Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, mogok belajar menuntut sanksi tegas atas dugaan pelecehan terhadap siswi. (FOTO: Istimewa)
Ratusan siswa SMAN 25 Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, mogok belajar menuntut sanksi tegas atas dugaan pelecehan terhadap siswi. (FOTO: Istimewa)

Aktual Tangerang – Ratusan siswa SMAN 25 Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menggelar demonstrasi dan mogok belajar. Aksi tersebut dipicu dugaan pelecehan terhadap sejumlah siswi yang diduga dilakukan seorang guru.

Para siswa menggelar demonstrasi di depan sekolah pada Jumat (16/10). Mereka membawa spanduk tuntutan dan menyampaikan aspirasi melalui orasi.

Massa mendesak pihak sekolah menjatuhkan sanksi tegas kepada guru yang dilaporkan. Mereka bahkan meminta agar guru tersebut diberhentikan.

Sejumlah orang tua siswa turut mengikuti aksi tersebut. Mereka menyuarakan tuntutan terkait dugaan pelecehan yang menjadi sorotan di lingkungan sekolah.

Koordinator aksi, Catur Winata, mengatakan dugaan pelecehan tersebut disebut telah terjadi sejak 2019. Namun, persoalan itu baru mencuat setelah sejumlah siswa berani mengungkapkan pengalaman mereka.

“Ini sebenarnya kejadiannya berlangsung sejak 2019, tapi baru terungkap karena baru siswa yang sekarang yang berani angkat bicara,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut Catur, dugaan tindakan yang dialami para siswi memiliki bentuk berbeda. Dugaan tersebut meliputi ucapan yang dianggap melecehkan hingga kontak fisik.

Baca Juga :  Pegawai Bank Keliling di Tigaraksa Diduga Disekap dan Dilecehkan Bosnya

Ia menyebut siswa yang diduga menjadi korban berasal dari kelas X, XI, dan XII. Dugaan kejadian tersebut, kata dia, berlangsung saat kegiatan belajar mengajar.

“Korban itu ada yang kelas 10, 11, dan 12. Kejadiannya saat jam-jam belajar,” ujarnya.

Sekolah Nonaktifkan Sementara Guru yang Dilaporkan

Wakil Kepala Sekolah SMAN 25 Sepatan Timur, Romli, membenarkan guru yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Guru itu berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Romli mengatakan pihak sekolah telah menonaktifkan sementara guru tersebut dari kegiatan belajar mengajar. Langkah itu diambil setelah sekolah menerima informasi dugaan pelecehan pada pekan sebelumnya.

“Sejak ada pertama kali berita itu pada pekan lalu, kami langsung memanggil guru tersebut dan satu siswa yang merasa dilecehkan secara verbal. Setelah itu langsung kami berikan sanksi pemberhentian sementara,” kata Romli.

Ia menjelaskan, keputusan lebih lanjut mengenai status guru tersebut masih menunggu penanganan dan keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Provinsi Banten.

Terkait laporan tersebut, Romli menyampaikan bahwa menurut penjelasan yang diterimanya, persoalan bermula saat guru menegur seorang siswa.

Teguran itu diberikan atas tindakan siswa yang dinilai tidak semestinya dilakukan. Namun, terdapat ucapan guru yang dianggap kurang pantas oleh siswa tersebut.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini, Warga Tangerang Diminta Waspada

Romli menilai persoalan itu sebagai kesalahpahaman. Ia tidak menjelaskan secara terperinci kejadian yang dimaksud demi melindungi identitas dan privasi siswa.

“Jadi anak itu melakukan kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan, tapi saya tidak bisa mengungkapkan secara jelas karena melindungi anak itu sendiri. Jadi ada bahasa guru yang menurut murid itu kurang pas. Hanya salah paham aja sebetulnya,” jelasnya.

Meski demikian, Romli mengingatkan para guru agar lebih berhati-hati saat berkomunikasi dengan siswa. Ia juga meminta tenaga pendidik menjaga sikap selama menjalankan tugas.

“Kita selaku pendidik agar bisa mendidik diri kita sendiri sebelum mendidik anak-anak kita,” ujarnya.

Hingga berita ini disusun, keputusan lebih lanjut mengenai status guru tersebut masih menunggu penanganan Dindik Provinsi Banten. Dugaan pelecehan yang disampaikan dalam aksi tersebut juga perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang menyeluruh. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini