Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen pada Triwulan I 2026

Adi Subchan - 07 May 2026

Ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen pada triwulan I 2026. BPS mencatat pengangguran menurun dan sektor pertanian tumbuh tertinggi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen pada triwulan I 2026. BPS mencatat pengangguran menurun dan sektor pertanian tumbuh tertinggi. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Ekonomi Banten tumbuh 5,64 persen pada triwulan I 2026. BPS mencatat pengangguran menurun dan sektor pertanian tumbuh tertinggi.

Aktual Tangerang – Ekonomi Provinsi Banten tumbuh 5,64 persen secara tahunan pada triwulan I 2026. Angka tersebut melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,61 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Yusniar Juliana mengatakan pertumbuhan ekonomi berdampak terhadap perbaikan ketenagakerjaan.

“Pertumbuhan ekonomi mulai berdampak pada pasar tenaga kerja,” kata Yusniar, Kamis (7/5/2026).

Ia menyebut, jumlah penduduk bekerja meningkat sepanjang awal tahun 2026. “Peningkatan terlihat dari bertambahnya jumlah penduduk bekerja,” ujarnya.

Secara triwulanan, ekonomi Banten tumbuh 1,01 persen dibanding triwulan IV 2025.

BPS mencatat nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten mencapai Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp144,96 triliun.

Baca Juga :  Indonesia Cold Chain Expo 2026 Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Struktur ekonomi Banten masih didominasi industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen.

Sektor perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan turut menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Keempat sektor tersebut menyumbang lebih dari 70 persen terhadap perekonomian Banten.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh tertinggi sebesar 17,88 persen secara tahunan.

Peningkatan dipengaruhi musim panen dan naiknya aktivitas produksi pertanian.

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen. Sektor transportasi dan pergudangan juga meningkat sebesar 13,84 persen. Sementara jasa pendidikan tumbuh 5,58 persen dibanding tahun sebelumnya.

Secara triwulanan, sektor pertanian melonjak hingga 27,53 persen. Begitu juga sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 8,95 persen secara triwulanan.

Kemudian, jasa keuangan meningkat 5,48 persen dan transportasi naik 4,27 persen. Kondisi ketenagakerjaan di Banten juga menunjukkan perbaikan sepanjang Februari 2026.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,59 persen. Angka tersebut turun 0,05 poin dibanding Februari 2025.

Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang. Jumlah itu bertambah sekitar 26,02 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Sementara jumlah pengangguran turun menjadi sekitar 411 ribu orang.

Penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor pertanian. Sektor tersebut menyerap tambahan sekitar 99 ribu tenaga kerja.

Selain itu, sektor perdagangan dan industri masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten.

Baca Juga :  Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Tangerang Genjot Pelatihan dan Wirausaha

Meski demikian, kualitas pekerjaan masih menjadi perhatian pemerintah. Proporsi pekerja formal tercatat sebesar 52,19 persen. Angka itu turun 1,18 poin dibanding Februari 2025.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian pekerja masih berada di sektor informal. Namun, persentase pekerja penuh waktu meningkat menjadi 78,40 persen.

“Perluasan sektor formal masih menjadi pekerjaan rumah. Hal itu penting agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. ***.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini