Pramugari Florencia Lolita Baru Tiga Bulan Bertugas, Sempat Rencanakan Pernikahan

Iskandar Noer - 19 January 2026

Kisah pramugari Florencia Lolita yang baru tiga bulan bertugas dan sempat merencanakan pernikahan sebelum kecelakaan pesawat. (Foto: Istimewa)
Kisah pramugari Florencia Lolita yang baru tiga bulan bertugas dan sempat merencanakan pernikahan sebelum kecelakaan pesawat. (Foto: Istimewa)

Kisah pramugari Florencia Lolita yang baru tiga bulan bertugas dan sempat merencanakan pernikahan sebelum kecelakaan pesawat.

Aktual Tangerang – Florencia Lolita Wibisono menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan, Sabtu (18/1/2026).

Pramugari berusia 32 tahun itu diketahui baru tiga bulan bertugas di pesawat jenis ATR.

Florencia sebelumnya telah merencanakan pernikahan dengan kekasihnya yang berprofesi sebagai pilot.

Pesawat ATR 42-500 dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros.

Florencia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dan dikenal berdedikasi dalam dunia penerbangan.

Rencana pernikahan tersebut disampaikan anggota keluarga, Yanti, di kediaman mereka di Tondano, Minahasa.

“Kami dengar sudah ada rencana menikah, hanya waktunya belum ditentukan,” ujar Yanti.

Baca Juga :  Tidak Dikasih Uang, Pria di Tangerang Habisi Nyawa Ayahnya

Menurut keluarga, hubungan Florencia dengan sang kekasih telah terjalin serius sebelum kecelakaan terjadi.

Kakaknya, Ramos, mengatakan Florencia baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500.

Sebelumnya, Florencia berkarier di Lion Air selama kurang lebih 13 tahun.

Selain bertugas sebagai pramugari, Florencia juga dipercaya menjadi pelatih awak kabin baru.

Ia kerap terlibat dalam pembinaan serta pendampingan kru junior maskapai.

Florencia terakhir pulang ke Tondano sekitar dua tahun lalu karena kesibukan kerja.

Meski jarang pulang, komunikasi dengan orang tua tetap terjaga melalui panggilan video.

“Setiap mau terbang, dia selalu video call orang tua,” kata Ramos.

Baca Juga :  Satpol PP Tangsel Amankan 48 Warga yang Buang Sampah Sembarangan

Ibunda Florencia, Neltje Maramis, berangkat dari Manado menuju Maros pada Minggu sore.

Keberangkatan dilakukan untuk mendekati lokasi pencarian korban kecelakaan pesawat.

Suasana haru menyelimuti Bandara Sam Ratulangi saat keluarga melepas kepergian Neltje.

Pihak keluarga diarahkan menuju rumah sakit setibanya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini