Aktual Tangerang – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong pelaku usaha fesyen lokal di Tangerang Selatan mengembangkan produk berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan manajemen usaha, pemanfaatan bahan bekas, strategi pemasaran, dan perlindungan kekayaan intelektual.
Pelatihan bertajuk ‘Manajemen Usaha Fesyen melalui Aktivasi Creative Hub Fesyen’ berlangsung di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku usaha sekaligus membuka peluang kolaborasi.
Direktur Fesyen Kemenekraf, Iffah Sa’aidah, mengatakan Tangerang Selatan memiliki potensi mengembangkan konsep sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan. Karena itu, pelaku fesyen lokal difasilitasi untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usaha.
“Kami ingin membangun jejaring dan kolaborasi antarpelaku fesyen, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka. Dalam pelatihan selama dua hari ini, peserta akan belajar memanfaatkan barang-barang bekas,” kata Iffah, Sabtu (10/10/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta belajar memanfaatkan sisa kain dari proses menjahit dan pakaian yang sudah tidak digunakan. Bahan-bahan tersebut dapat diolah menjadi produk baru melalui teknik upcycling.
Peserta juga mendapat pengenalan teknik pewarnaan alami. Menurut Iffah, fesyen berkelanjutan perlu dikembangkan agar pelaku usaha lokal mampu mengikuti kebutuhan pasar nasional maupun global.
Program Creative Hub menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sasarannya mencakup usaha kecil, usaha menengah, hingga bisnis yang telah berkembang.
Kementerian Ekonomi Kreatif berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan keterampilan dan daya saing pelaku usaha fesyen lokal. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu mengembangkan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang Selatan, Maringan H.S., mengatakan kreativitas masyarakat menjadi salah satu potensi daerah yang perlu dikembangkan. Ia berharap pembinaan tersebut berlangsung berkelanjutan dan membantu pelaku fesyen lokal mengembangkan usahanya.
“Saya pikir ini waktunya untuk fesyen bisa naik kelas. Penggiat-penggiat fesyen di kami mungkin masih mayoritas usaha kecil,” ujar Maringan.
Melalui pelatihan ini, pelaku fesyen di Tangerang Selatan diharapkan mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Peningkatan keterampilan juga diharapkan membuka peluang usaha serta memperluas jangkauan pasar. (*)










Leave a Reply