Aktual Tangerang – Status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III Siaga sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB. Meski demikian, penyeberangan Bakauheni–Merak masih beroperasi normal hingga Sabtu (10/10/2026).
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, memastikan belum ada dampak signifikan aktivitas vulkanik terhadap operasional kapal. Sebanyak 28 kapal masih melayani pengguna jasa melalui tujuh dermaga di Pelabuhan Bakauheni.
“Untuk saat ini, penyeberangan masih sangat aman dan belum ada efek apa pun, baik penyeberangan sisi ASDP maupun penyeberangan sisi Bandar Bakau Jaya,” kata Suratno, Sabtu (10/10/2026).
Suratno mengatakan, layanan penyeberangan masih beroperasi dengan jadwal normal. Seluruh kapal tetap melayani pengguna jasa sesuai operasional yang berjalan.
“Operasional masih normal, semua masih normal,” ujar Suratno.
Menurut Suratno, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan gangguan perjalanan laut hanya karena peningkatan status Gunung Anak Krakatau. Penilaian tersebut didasarkan pada kondisi aktual di lapangan dan jarak gunung api dengan pelabuhan.
Meski demikian, kepastian kondisi itu berdasarkan pemantauan hingga Sabtu menjelang siang. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap perlu diperhatikan karena situasi vulkanik dapat berubah.
Jarak Anak Krakatau dengan Bakauheni
Suratno menjelaskan, jarak Gunung Anak Krakatau dengan wilayah Bakauheni sekitar 45 kilometer. Sementara itu, jarak pulau terdekat di kawasan Krakatau dengan wilayah kerja KSOP Bakauheni diperkirakan sekitar 12–13 kilometer.
“Yang harus kita pahami sama-sama, jarak antara Anak Krakatau sampai dengan Bakauheni itu lebih kurang 45 kilo,” kata Suratno.
Menurut dia, kondisi geografis tersebut menjadi salah satu alasan belum adanya dampak signifikan terhadap operasional penyeberangan. Wilayah kerja pelabuhan dan posisi Gunung Anak Krakatau memiliki orientasi yang berbeda.
Karena itu, kondisi di sekitar gunung api tidak serta-merta menimbulkan gangguan langsung terhadap kegiatan penyeberangan.
“Kalau ke penyeberangan itu kan sudah cukup jauh, hampir 40 kilometer lebih. Jadi, karena memang tingkat pengamanannya sekarang baru di lima kilometer, jadi memang belum sampai di titik tersebut,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merujuk pada jarak aman aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, hal itu tidak serta-merta berarti seluruh dampak erupsi mustahil menjangkau wilayah yang lebih jauh.
Suratno menegaskan, pemantauan operasional mencakup layanan penyeberangan yang dikelola ASDP dan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Menurut dia, kedua layanan tersebut melayani pengguna jasa dengan kondisi dan orientasi wilayah perairan yang berbeda. Karena itu, perkembangan situasi perlu diperhatikan pada kedua sisi pelayanan.
“Saya juga harus menyampaikan dua sisi itu. Karena kami kan ada dua,” kata Suratno.
Ia memastikan belum ada laporan gangguan signifikan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap operasional ASDP maupun Bandar Bakau Jaya.
“Insyaallah kalau untuk Bakauheni dan Muara Pilu, penyeberangan ASDP dan Bandar Bakau Jaya, sementara ini masih beroperasi normal semuanya,” ungkapnya.
Suratno menambahkan, kondisi saat ini berbeda dengan situasi ketika abu vulkanik sebelumnya menjadi perhatian. Hingga Sabtu (10/10/2026), belum ada dampak yang dinilai mengganggu operasional penyeberangan di wilayah kerjanya.
Meski demikian, KSOP Bakauheni tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan informasi terbaru terkait kondisi vulkanik. (*)







Leave a Reply