Tradisi Peh Cun CIsadane

admin - 05 May 2025

peh cun

Tradisi Peh Cun di Cisadane: Warisan Budaya Tionghoa di Tangerang yang Masih Lestari

Tradisi Peh Cun di Cisadane adalah perayaan budaya warga Tionghoa Benteng di Tangerang yang kaya makna dan nilai toleransi. Yuk kenalan lebih dekat!

 

Apa Itu Tradisi Peh Cun?

Tradisi Peh Cun adalah perayaan budaya warga Tionghoa yang digelar setiap tanggal 5 bulan ke-5 dalam penanggalan Imlek. Di Tangerang, tradisi ini dikenal luas karena dirayakan secara meriah oleh komunitas Tionghoa Benteng di bantaran Sungai Cisadane.

Kata “Peh Cun” sendiri berarti “lima dan lima”, yang merujuk pada waktu perayaan. Tradisi ini sudah berlangsung ratusan tahun dan masih lestari hingga kini, terutama di kawasan Kampung Bekelir dan sekitar Pasar Lama Tangerang.

Asal-Usul Tradisi Peh Cun

Perayaan Peh Cun awalnya merupakan bentuk penghormatan kepada penyair dan pejabat jujur bernama Qu Yuan, yang hidup di zaman Tiongkok kuno. Ia bunuh diri dengan melompat ke sungai sebagai bentuk protes terhadap korupsi.

Masyarakat kemudian melemparkan lontong atau bakcang ke sungai agar ikan-ikan tidak memakan jasad Qu Yuan. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi Festival Perahu Naga yang penuh simbol dan semangat kebersamaan.

 

Peh Cun di Tangerang: Perpaduan Budaya yang Harmonis

Yang bikin tradisi Peh Cun di Tangerang unik adalah adanya perpaduan budaya lokal dan Tionghoa. Di sepanjang Sungai Cisadane, kamu bisa melihat:

  • Lomba perahu naga yang atraktif

  • Pembagian bakcang gratis kepada masyarakat

  • Ritual tolak bala dan penghormatan leluhur

  • Atraksi budaya seperti barongsai dan musik tradisional

Yang menarik, warga non-Tionghoa pun ikut merayakan. Inilah wajah toleransi Tangerang yang sesungguhnya: merayakan keberagaman tanpa kehilangan akar budaya.

Kenapa Tradisi Peh Cun Penting Dilestarikan?

  1. Identitas Kultural Tangerang
    Peh Cun bukan sekadar tradisi Tionghoa, tapi sudah menjadi bagian dari budaya lokal.

  2. Menjaga Harmoni Sosial
    Acara ini selalu ramai, dihadiri warga lintas agama dan budaya. Jadi wadah silaturahmi yang adem banget!

  3. Wisata Budaya dan Ekonomi Lokal
    Peh Cun mendatangkan wisatawan lokal dan luar daerah, sekaligus menggerakkan UMKM sekitar Sungai Cisadane.

Penutup

Tradisi Peh Cun di Cisadane adalah contoh nyata bagaimana budaya bisa menyatukan perbedaan. Bukan hanya warga Tionghoa, tapi seluruh masyarakat Tangerang bisa ikut merasakan kehangatannya. Yuk, lestarikan budaya lokal seperti Peh Cun agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang.

Foto: Dok. Humas Tangerang

Baca Juga :  Kebakaran Rumah Makan di Pasar Lama Tangerang

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini