Tangsel Kembangkan Layanan Publik Digital Berbasis WhatsApp

Adi Subchan - 15 June 2026

Pemkot Tangsel mengembangkan Helita berbasis WhatsApp untuk mengintegrasikan layanan publik, pengaduan warga, dan teknologi AI. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Pemkot Tangsel mengembangkan Helita berbasis WhatsApp untuk mengintegrasikan layanan publik, pengaduan warga, dan teknologi AI. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Pemkot Tangsel mengembangkan Helita berbasis WhatsApp untuk mengintegrasikan layanan publik, pengaduan warga, dan teknologi AI.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengembangkan platform layanan publik berbasis WhatsApp bernama Helita.

Helita merupakan singkatan dari Helo Kita Tangerang Selatan.

Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan layanan pemerintah dan kanal pengaduan masyarakat dalam satu sistem.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan Helita menjadi bagian dari pengembangan Tangsel One.

Program itu bertujuan menyatukan berbagai aplikasi pelayanan publik yang selama ini berjalan terpisah.

“Seluruh layanan publik nantinya terintegrasi dalam satu fitur berbasis WhatsApp,” kata Benyamin, Senin (15/6/2026).

“Karena hampir seluruh masyarakat menggunakan WhatsApp di telepon genggamnya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Polusi Udara Tangsel Ancam Bayi Sejak Dalam Kandungan

Menurut Benyamin, Helita masih dalam tahap penyempurnaan. Pemkot Tangsel terus melengkapi data, informasi, dan fitur layanan yang tersedia.

Melalui platform tersebut, warga dapat mengakses layanan publik sekaligus menyampaikan keluhan kepada pemerintah.

Sistem itu diharapkan mempercepat pelayanan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Masyarakat bisa lebih efisien dalam mengakses layanan dan menyampaikan keluhan,” ujarnya.

Selain Helita, Pemkot Tangsel mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan. “Penggunaan artificial intelligence sudah mulai kami terapkan,” kata Benyamin.

Namun, ia mengingatkan aparatur pemerintah agar menggunakan teknologi tersebut secara tepat.

Transformasi digital, lanjut Benyamin, tidak hanya berfokus pada teknologi. Pemkot Tangsel juga menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan dan sosialisasi berkelanjutan. Program tersebut akan menyasar seluruh organisasi perangkat daerah hingga tingkat kelurahan.

Terkait warga lanjut usia, Benyamin menilai pendampingan keluarga menjadi solusi yang dapat dilakukan. Pemerintah juga akan terus mengevaluasi kendala yang muncul selama implementasi sistem.

“Sosialisasi harus dilakukan berulang agar masyarakat memahami layanan digital yang tersedia,” katanya.

Baca Juga :  Tak Masuk Sekolah Negeri, Siswa di Tangsel Dapat Rp1,8 Juta

Pemkot Tangsel saat ini juga mengevaluasi kualitas pelayanan publik di seluruh unit kerja. Evaluasi dilakukan bersama Kementerian PAN-RB melalui sejumlah indikator pelayanan.

Benyamin menargetkan kualitas pelayanan publik Tangsel terus meningkat. Setelah masuk 13 besar nasional, Pemkot Tangsel kini membidik posisi 10 besar. “Target saya masuk 10 besar nasional,” tegasnya.

“Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan menjadi indikator utama yang harus ditingkatkan,” lanjut Benyamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel Tb Asep Nurdin mengatakan Helita merupakan inisiatif Wali Kota.

Menurutnya, digitalisasi ditujukan untuk mempermudah pelayanan masyarakat dan meningkatkan efektivitas kerja aparatur.

“Pak Wali ingin pelayanan publik semakin optimal melalui teknologi digital,” ujar Asep.

Ia menjelaskan Tangsel One yang telah diluncurkan masih terus dikembangkan. Saat ini, fitur AI melalui Helita telah digunakan untuk sejumlah layanan. Namun, integrasi seluruh layanan publik masih menjadi fokus pengembangan berikutnya.

“Ke depan, layanan kesehatan dan kependudukan juga akan terintegrasi dalam Tangsel One,” katanya.

Asep mengungkapkan seluruh layanan perizinan PTSP telah terhubung dengan sistem tersebut. “Untuk layanan PTSP, integrasinya sudah mencapai 100 persen,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kominfo Tangsel, pertanyaan terbanyak berkaitan dengan administrasi kependudukan. Selain itu, masyarakat juga banyak melaporkan kejadian lingkungan dan mengakses layanan perizinan.

“Pertanyaan yang paling sering masuk terkait KTP hilang, laporan lingkungan, dan perizinan,” kata Asep.

Ke depan, kemampuan Helita akan terus diperluas. Platform itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat secara lebih luas.

Namun, kualitas jawaban tetap bergantung pada ketersediaan dan pembaruan data pemerintah.

“Helita akan semakin cerdas jika didukung data yang selalu diperbarui,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini