CISDI mengingatkan paparan polusi udara jangka panjang di Tangsel dapat memicu penyakit kronis, gangguan jantung, dan pernapasan.
Aktual Tangerang – Paparan polusi udara jangka panjang di Tangerang Selatan berpotensi memicu berbagai penyakit kronis.
Risiko tersebut mengancam seluruh kelompok usia, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kepala Bidang Kesehatan Perkotaan dan Lingkungan CISDI Wisya Aulia Prayudi mengatakan polusi udara merupakan persoalan kesehatan serius.
Menurutnya, dampak polusi tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
“Polusi udara bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga isu kesehatan. Dampaknya dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang,” ujar Wisya, Sabtu (13/6/2026).
Hal itu dikatakannya dalam acara Health Inc bertajuk Napas di Kota Satelit: Hidup di Tengah Polusi di Tangerang Selatan.
CISDI merupakan organisasi yang bergerak di bidang pembangunan kesehatan dan advokasi kebijakan publik.
Wisya menjelaskan dampak polusi udara dapat dirasakan langsung dalam aktivitas sehari-hari. Gejala ringan yang kerap diabaikan masyarakat dapat menjadi tanda awal paparan udara tercemar.
“Gejala yang sering muncul antara lain iritasi mata, iritasi kulit, batuk, sesak napas, dan gangguan pernapasan,” katanya.
Menurut dia, banyak warga menganggap gejala tersebut sebagai kondisi biasa.
Padahal, gejala itu dapat menjadi indikasi buruknya kualitas udara di lingkungan sekitar.
Wisya mengingatkan ancaman lebih besar berasal dari paparan jangka panjang partikel PM2,5. Partikel tersebut berukuran sangat kecil dan mudah masuk ke dalam tubuh manusia.
“PM2,5 sangat berbahaya karena bisa masuk ke sistem peredaran darah setelah terhirup,” ujarnya.
Ia menjelaskan partikel tersebut dapat menyebar ke berbagai organ tubuh. Akumulasi paparan dalam waktu lama meningkatkan risiko penyakit pernapasan kronis.
Selain itu, paparan PM2,5 juga berkaitan dengan gangguan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya.
“Semakin lama terpapar, risiko gangguan kesehatan serius akan semakin meningkat,” kata Wisya. (*)











Leave a Reply