Kota Tangerang Selatan menghadapi krisis sampah setelah kerja sama dengan TPA Bangkonol dibatalkan. TPA Cipeucang makin kritis, sementara proyek PSEL belum berjalan karena terkendala administrasi.
Aktual Tangerang, Tangsel – Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali mencuat setelah rencana kerja sama pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kabupaten Pandeglang, dibatalkan secara sepihak.
Sementara itu, TPA Cipeucang yang selama ini menjadi lokasi utama penampungan sampah kian kewalahan menampung limbah harian yang terus meningkat.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa pemerintah kota tetap mengandalkan TPA Cipeucang yang masih memiliki sisa lahan terbatas. Untuk mendukung operasional, Pemkot juga menyiapkan armada baru guna memastikan pengangkutan sampah dari sumber ke tempat akhir tetap berjalan.
“Kami optimalkan Cipeucang sambil menunggu solusi jangka panjang. Armada baru disiapkan agar distribusi tetap lancar,” ujar Pilar, Selasa (9/9/2025).
Pemkot Tangsel juga menggantungkan harapan pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau dikenal sebagai Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang termasuk dalam program strategis nasional. Meski pemenang tender telah ditetapkan, proyek ini masih tersendat di tahap administrasi.
“Untuk Tangsel, kami tetap mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018. Walau ada wacana revisi, kami tetap berpegang pada regulasi yang berlaku,” kata Pilar.
Baca juga:
-
Pembebasan Lahan Pembangunan Flyover Pasar Serpong Mulai Tahun 2027
-
DBD Merebak di Tangerang, 896 Kasus dalam 8 Bulan
Jika berhasil direalisasikan, proyek PSEL diyakini mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menangani krisis sampah yang terus memburuk.











Leave a Reply