MRT Cikarang-Balaraja akan Melintasi 11 Stasiun di Tangerang Raya

Adi Subchan - 10 September 2025

Gubernur Banten Andra Soni optimistis proyek MRT Lebak Bulus-Serpong akan mempermudah mobilitas warga dan mengurangi kemacetan. (Foto: Istimewa)
Gubernur Banten Andra Soni optimistis proyek MRT Lebak Bulus-Serpong akan mempermudah mobilitas warga dan mengurangi kemacetan. (Foto: Istimewa)

Pemprov Banten mendorong percepatan pembangunan MRT Cikarang–Balaraja yang akan melintasi 11 stasiun di Kota dan Kabupaten Tangerang. Proyek ini diharapkan mengurai kemacetan dan mendorong ekonomi lokal.

Aktual Tangerang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong percepatan realisasi pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) rute Cikarang–Balaraja yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Jalur ini dirancang melintasi 11 stasiun di wilayah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari tindak lanjut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Pemprov Banten ingin memastikan proyek strategis ini segera terealisasi.

“Jalur Cikarang–Balaraja merupakan PSN, sehingga penting untuk segera ditindaklanjuti. Kami ingin progresnya lebih cepat,” ujar Andra, Selasa (9/9/2025).

Andra menyebut, kehadiran MRT diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Tangerang Raya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mendukung proyek ini.

Lima Stasiun MRT di Kota Tangerang

Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan bahwa Kota Tangerang akan dilintasi jalur MRT dan menjadi lokasi pembangunan lima stasiun. Stasiun-stasiun tersebut akan tersebar di empat kecamatan, yakni Karang Tengah, Pinang, Tangerang, dan Cibodas.

“Kita siap menyambut baik karena Kota Tangerang merupakan wilayah lintasan. Ada lima stasiun yang dibangun di empat kecamatan,” jelas Sachrudin.

Baca juga:

Untuk mendukung operasional MRT, Pemkot Tangerang akan menyiapkan armada feeder yang terintegrasi dengan layanan bus Tayo milik pemerintah kota.

“Nanti akan disiapkan feeder menuju stasiun-stasiun agar terkoneksi dengan transportasi lokal. Ini akan membantu mengurangi kemacetan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sedot Tinja Gratis

Menurut Sachrudin, pembangunan stasiun tidak menghadapi kendala berarti karena mayoritas wilayah yang dilalui MRT berada di kawasan pengembang seperti Alam Sutera dan Lippo.

Enam Stasiun MRT di Kabupaten Tangerang

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengungkapkan bahwa enam stasiun MRT akan dibangun di wilayahnya, dengan total lintasan sekitar 20 kilometer. Jalur tersebut mencakup Kecamatan Bitung, Curug, Cikupa, hingga Balaraja.

“Rencananya, enam stasiun dibangun di tiga kecamatan. Ini bisa mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi, khususnya di ruas Tol Jakarta-Merak,” kata Soma.

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal dengan menghadirkan kios UMKM di setiap stasiun MRT.

“Setiap stasiun akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi. Kami akan siapkan kios untuk UMKM agar bisa berkembang di lokasi strategis tersebut,” ujarnya.

Proyek MRT Cikarang-Balaraja menjadi harapan baru bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah Tangerang Raya. Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, kota/kabupaten, dan pihak swasta, diharapkan proyek ini bisa segera terealisasi dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini