Lansia Tangsel Kini Bisa Cek Kesehatan di Pos Lansia Pelita

Adi Subchan - 30 April 2026

FOTO: Dok Kemenpora/Ilustrasi
FOTO: Dok Kemenpora/Ilustrasi

Peresmian Pos Lansia Pelita di Serpong Utara mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan produktif melalui layanan terpadu.

Aktual Tangerang – Peresmian Pos Lansia Pelita di Serpong Utara menjadi upaya mendorong lansia tetap aktif dan produktif.

Peresmian berlangsung di Jalan Eka Bhakti, Serpong Utara, Kamis (30/4/2026).

Hadir di acara itu Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Tampak juga Kepala Dinas Kesehatan Allin Hendalin Mahdaniar.

Dalam sambutannya, Benyamin menekankan pentingnya aktivitas bagi lansia.nIa menyebut masa pensiun perlu dipersiapkan dengan matang.

Menurutnya, pensiun dapat menjadi fase rawan tanpa perencanaan.

“Saya sering bertanya, nanti setelah pensiun akan melakukan apa,” ujar Benyamin.

Baca Juga :  Warga Kota Tangerang Kini Bisa Urus Berkas Dukcapil Bisa Online

Ia mengingatkan risiko post power syndrome pada masa pensiun. Kondisi tersebut terjadi saat seseorang kehilangan peran dan aktivitas.

Tanpa kegiatan, seseorang cenderung menjadi pasif dan bergantung. “Kalau tidak siap, kesehatan bisa menurun, baik fisik maupun mental,” katanya.

Ia menilai perubahan gaya hidup setelah pensiun perlu diantisipasi. Kehilangan rutinitas dapat berdampak pada kondisi psikologis.

“Ketergantungan pada fasilitas lama bisa memicu post power syndrome,” tegasnya.

Benyamin mengajak lansia tetap aktif dan mandiri di masyarakat. Ia menilai keterlibatan komunitas penting menjaga kesehatan sosial.

Sementara itu, Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan fungsi pos lansia. Ia menyebut layanan bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.

“Kegiatan ini mencakup edukasi, pemeriksaan, dan pemberdayaan lansia,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Mobil Milik Pejabat Pandeglang Tabrak Delapan Siswa SD

Layanan mencakup pemeriksaan kesehatan fisik dan mental. Skrining mental dilakukan untuk mendeteksi kondisi sejak dini.

“Pemeriksaan meliputi enam kapasitas intrinsik lansia,” katanya.

Enam aspek meliputi kognitif, nutrisi, mobilitas, pendengaran, penglihatan, dan depresi.

Pos lansia juga menyediakan layanan lanjutan seperti pemeriksaan EKG. “Tindak lanjut dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, tersedia layanan konsultasi psikolog bagi lansia dan pendamping. “Kesehatan caregiver juga perlu diperhatikan,” kata Allin.

Kegiatan penunjang meliputi senam, makanan tambahan, dan terapi tradisional.

Pos lansia juga menjadi ruang pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan. Lansia dapat berbagi pengalaman melalui kelompok sebaya.

“Harapannya lansia tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia,” pungkasnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini