Haji Termuda Tangerang Menangis

admin - 05 May 2025

1746341445-1200x641

Jamaah Haji Termuda Tangerang Menangis Saat Berangkat ke Tanah Suci

Tangerang – Air mata haru mewarnai pelepasan calon jemaah haji termuda Tangerang. Minggu (4/5/2025). Di antara ratusan jemaah yang berkumpul di Masjid Al-Amjad, sosok Naimah Khairiyah, remaja 18 tahun dari Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, menjadi perhatian. 

Ia adalah jamaah haji termuda Tangerang tahun ini, yang berangkat ke Tanah Suci menggantikan sang ayah tercinta yang telah wafat. 

Amanah yang Menggetarkan Hati

Naimah, yang baru lulus dari Madrasah Aliyah Al-Khairiyah di Serang, tak kuasa menahan tangis saat berpamitan dengan ibunya. Meski bersyukur bisa menjalankan ibadah haji di usia muda, hatinya diliputi kesedihan karena sang ayah tak sempat menunaikan niat sucinya.

“Aku berangkat haji untuk menggantikan ayah yang sudah meninggal tahun 2021. Ada rasa bahagia bisa berangkat haji, tapi sedih juga karena seharusnya ayah aku yang berangkat haji,” ujar Naimah dengan mata sembab.

Persiapan Fisik dan Mental di Usia Muda

Menjadi jamaah haji termuda Tangerang bukan perkara ringan. Selain amanah besar yang harus dijaga, Naimah juga mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik. 

Ia menjaga kesehatan fisik dan ikut manasik haji meski hanya beberapa kali saat libur sekolah. “Aku sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari fisik seperti olahraga dan juga selalu menjaga pola makan. Aku juga sudah mengikuti manasik haji,” ungkapnya.

Penantian 12 Tahun yang Penuh Makna

Sang ibu, Dewi Rosmawati, mengisahkan bahwa ia dan almarhum suaminya telah mendaftar haji sejak tahun 2013. Seharusnya mereka berangkat tahun 2024, tetapi karena usia Naimah belum mencukupi saat itu, keberangkatannya dimajukan ke tahun 2025.

Baca Juga :  Bocah 19 Tahun Tipu 700 Orang

“Daftar haji tahun 2013, sudah menunggu 12 tahun. Alhamdulillah tahun ini berangkat dengan anak saya yang menggantikan ayahnya,” jelas Dewi.

Harapan dan Doa dari Tanah Air

Naimah dan ibunya tergabung dalam kloter 11 JKG asal Kabupaten Tangerang bersama 393 jemaah lain. Keberangkatan mereka menuju asrama haji Pondok Gede menjadi awal perjalanan spiritual yang akan dikenang seumur hidup.

Kisah Naimah sebagai jamaah haji termuda Tangerang menggambarkan betapa kuatnya cinta dan bakti seorang anak. Ia tidak hanya membawa niat ibadahnya sendiri, tapi juga harapan yang tertunda dari sang ayah tercinta.

Sumber: Beritasatu.com

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok 

 

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini