Kampung Nastar di Tangerang yang Hidupi Ratusan Warga

Adi Subchan - 16 March 2026

095731200_1773300117-na3

Kampung Nastar di Larangan Tangerang menjadi sentra industri kue rumahan dengan 12 usaha yang menyerap ratusan pekerja.

Aktual Tangerang – Sebuah gang kecil di Larangan, Kota Tangerang, dikenal sebagai Kampung Nastar. Kawasan ini menjadi sentra produksi kue nastar yang dikelola warga setempat.

Lokasinya berada di Jalan Haji Unus, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Pengunjung langsung melihat tulisan besar “Kampung Nastar” saat memasuki gang tersebut.

Aroma kue yang baru dipanggang terasa sejak langkah pertama memasuki kawasan itu. Warga setiap hari memproduksi berbagai kue kering dari dapur rumah masing-masing.

Dinding gang dihiasi lukisan bertema nastar dan bahan pembuatannya. Gambar nanas hingga ilustrasi selai menghiasi lorong sempit tersebut.

Gang itu terasa seperti galeri kecil tentang perjalanan kue tradisional. Kawasan ini juga memiliki zona khusus pengambilan pesanan untuk pengemudi ojek online.

Para kurir sering datang mengambil pesanan kue dari berbagai merek rumahan.

Baca Juga :  Pemudik Bisa Titip Kendaraan di Kantor Polisi, Ini Syaratnya

Usaha kue di kampung ini bermula dari inisiatif seorang warga, Sri Kusmiati. Ia mulai merintis usaha kue sejak tahun 1997 dengan peralatan sederhana.

“Usaha ini dimulai tahun 1997. Saat itu oven saja masih meminjam tetangga,” ujar Sri.

Seiring waktu, usaha rumahan tersebut semakin berkembang. Tetangga sekitar kemudian ikut membuka usaha serupa.

“Awalnya saya memulai duluan. Lalu ada warga lain ikut membuka usaha di sini,” kata Sri.

Beberapa pekerja yang belajar membuat kue kemudian mendirikan usaha sendiri.

“Ada karyawan yang keluar lalu membuka usaha baru. Akhirnya kami sama-sama berkembang,” ujarnya.

Saat ini terdapat sekitar 12 industri kue rumahan di Kampung Nastar. Keberadaan usaha tersebut menciptakan lapangan kerja bagi ratusan warga sekitar.

“Sekarang ada sekitar 12 usaha kue rumahan di kampung ini,” kata Sri.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Tender Proyek PSEL Tangerang, Berminat?

Setiap usaha memiliki jumlah pekerja berbeda sesuai kapasitas produksi. Sebagian usaha mempekerjakan lebih dari 20 orang pekerja.

“Ada yang pekerjanya 23 orang, 29 orang, bahkan sekitar 30 orang,” jelasnya.

Mayoritas pekerja berasal dari warga sekitar kampung. Banyak pekerja masih memiliki hubungan keluarga.

Menurut Sri, usaha tersebut membantu warga memperoleh penghasilan tambahan.

“Warga jadi punya aktivitas produktif tanpa harus bekerja jauh dari rumah,” katanya.

Sri juga membagikan resep kepada pekerjanya tanpa rahasia. “Saya tidak pernah pelit ilmu. Resep bahkan saya tulis di papan,” ujarnya.

Ia berharap usaha kue di kampung itu terus berkembang.

“Semoga usaha ini tetap berjalan dan ekonomi warga semakin terbantu,” tutup Sri. (Robby Kurniawan)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini