Sembilan siswa Sekolah Rakyat di Serpong Utara, Tangsel, memilih mundur dari program karena ketidaknyamanan di asrama dan dugaan beban psikologis dari keluarga.
Aktual Tangerang – Sebanyak sembilan siswa Sekolah Rakyat di wilayah Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memutuskan mengundurkan diri dari program pendidikan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat, Gina Intana Dewi.
Menurut Gina, para siswa sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan selama berada di lingkungan sekolah, terutama di area asrama.
“Sebelum mengundurkan diri, kesembilan siswa itu sudah menunjukkan ketidaknyamanan. Kami sudah berupaya melakukan pendekatan, namun pada akhirnya mereka tetap memilih keluar. Ada yang dijemput orangtuanya, ada juga yang kabur sendiri,” jelas Gina, Kamis (18/9/2025).
Gina menuturkan, para siswa yang keluar berasal dari berbagai daerah di Banten, termasuk Kabupaten Tangerang, Tangsel, Pandeglang, Serang, dan Cilegon.
Ia juga menyebut bahwa banyak dari mereka membawa beban psikologis dari latar belakang keluarga, yang memengaruhi proses adaptasi di sekolah.
“Dari segi sosial, ekonomi maupun psikologis, mereka itu sedikit spesial. Dari pengalaman kami satu bulan mendidik mereka, ternyata mereka membawa beban psikologis dari keluarganya,” ujarnya.
Baca juga:
-
Data Sekolah Rakyat di Tangsel Sepertinya Bermasalah, Harus Dievaluasi
-
Jangan Sepelekan Penyakit Campak dan Rubela, Ini Risikonya
Pernyataan tersebut turut diperkuat oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial (Kemensos), Suratna, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI di Asrama BLKI, Serpong Utara, pada Rabu (17/9).
Suratna mengatakan, pengunduran diri para siswa dilakukan tanpa penjelasan atau keterangan yang lengkap.
“Memang benar ada pengunduran diri, namun mereka keluar tanpa keterangan yang jelas,” kata Suratna.











Leave a Reply