Pemkot Tangsel memperketat pengendalian emisi dan menindak pembakaran sampah untuk mengatasi polusi udara.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) merespons keluhan warga terkait memburuknya kualitas udara. Langkah konkret dilakukan melalui pengendalian emisi dan penegakan aturan lingkungan.
Pemkot memilih fokus pada kewenangan daerah dibanding memperdebatkan polusi lintas wilayah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel TB Asep Nurdin menegaskan dampak langsung terhadap kesehatan warga.
“Penurunan kualitas udara berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” kata Asep, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan pemerintah tidak akan mencari alasan teknis atau geografis.
“Kami fokus pada solusi nyata melalui kebijakan progresif dan penegakan aturan ketat,” ujarnya.
Pemkot memprioritaskan pengendalian emisi kendaraan lokal dan penghentian pembakaran sampah ilegal. Kedua faktor tersebut dinilai masih dalam kendali pemerintah daerah.
Pengawasan lapangan dan penegakan hukum menjadi instrumen utama penanganan.
Pemkot juga membuka akses pemantauan kualitas udara secara real-time melalui Tangsel ONE.
“Transparansi ini menjadi dasar bergerak bersama,” kata Asep.
Ia menyebut data kualitas udara menjadi alarm bagi pemerintah. “Jika kategori tidak sehat, kami akan memperketat pengawasan lapangan,” ujarnya.
Penegakan aturan diperkuat melalui sanksi hukum bagi pelaku pembakaran sampah terbuka. Pelanggar dapat dikenakan denda maksimal hingga Rp50 juta.
Di sektor transportasi, Pemkot mendorong pengurangan emisi kendaraan pribadi. Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur kendaraan listrik di BSD hingga Bintaro.
Namun, perubahan perilaku dinilai sebagai langkah paling cepat menekan emisi.
“Beralih ke transportasi umum adalah cara paling instan,” kata Asep.
Pemkot mengakui mobilitas kendaraan dari luar daerah menjadi tantangan tambahan. Arus kendaraan masuk meningkat akibat aktivitas pusat perbelanjaan dan agenda besar.
“Emisi kendaraan pendatang sulit dikendalikan sepihak,” ujar Asep.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. “Kolaborasi pemerintah, warga, dan pengunjung sangat krusial,” katanya.
Pemkot memperluas uji emisi gratis dan meningkatkan inspeksi lapangan.
“Kami menyediakan regulasi, namun perubahan perilaku kolektif sangat menentukan,” kata Asep.
Ia menegaskan masalah kualitas udara tidak bisa diselesaikan satu wilayah saja. ***








Leave a Reply