Aktual Tangerang – Gitaris klasik asal Tangerang Selatan, Theduardo Prasetyo, meraih Juara I International Guitar Competition & Festival Berlin ke-20 di Jerman.
Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi yang berlangsung di Ballhaus Prinzenallee, Berlin, pada 10 Oktober 2026.
Kemenangan ini menambah deretan prestasi Theduardo di panggung musik klasik internasional. Sebelumnya, musisi yang berdomisili di Bintaro tersebut meraih Juara I SEA Guitar Awards di Malaysia pada 2023.
Ia juga memenangkan Yogyakarta Guitar Festival pada 2025. Prestasi di Berlin sekaligus memperkuat kiprahnya dalam kompetisi gitar klasik tingkat internasional.
Theduardo mengatakan, pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai musisi. Menurutnya, kompetisi internasional bukan sekadar ajang mengejar gelar juara.
Kesempatan itu juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan bermusik dan memperluas pengalaman artistik.
“Meraih Juara I di Berlin menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi saya. Setelah mengikuti kompetisi di Malaysia dan Yogyakarta, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus berkembang sebagai musisi sekaligus membawa nama Indonesia di panggung internasional,” ujar Theduardo, Senin (26/10).
International Guitar Competition & Festival Berlin merupakan ajang yang mempertemukan gitaris klasik dari berbagai negara. Para peserta menampilkan kemampuan musikal dan interpretasi terhadap repertoar gitar klasik untuk memperebutkan posisi terbaik.
Keberhasilan Theduardo juga mendapat perhatian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin. Perwakilan KBRI hadir memberikan dukungan secara langsung selama kompetisi berlangsung.
Menurut Theduardo, dukungan tersebut menjadi dorongan untuk terus berkarya. Ia juga berharap semakin banyak musisi Indonesia memperoleh kesempatan tampil di luar negeri.
“Saya berharap pencapaian ini tidak berhenti sebagai prestasi pribadi. Mudah-mudahan, semakin banyak musisi Indonesia yang mendapat kesempatan tampil, berkolaborasi, dan membangun hubungan dengan komunitas musik klasik di berbagai negara,” katanya.
Perjalanan Theduardo di dunia musik turut didukung pendidikan yang ditempuh di Jerman. Ia mendalami gitar di Hochschule für Musik Detmold dan Hochschule für Musik Hanns Eisler Berlin.
Selain menjadi gitaris klasik, Theduardo aktif sebagai komposer, arranger, pendidik musik, dan produser. Kegiatannya mencakup pertunjukan solo, musik kamar, penulisan aransemen, produksi rekaman, hingga pengembangan komunitas gitar di Indonesia.
Ia juga terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi yang mempertemukan tradisi musik Indonesia dengan repertoar klasik Barat. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkahnya memperluas ruang pertemuan antara kekayaan musikal Indonesia dan tradisi musik klasik dunia.
Dengan tiga gelar Juara I di Malaysia pada 2023, Yogyakarta pada 2025, dan Berlin pada 2026, Theduardo terus menapaki karier di dunia musik klasik. Prestasi tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi musisi Indonesia untuk tampil dan berkolaborasi di tingkat internasional. (*)










Leave a Reply