Siap-siap, DP Motor Listrik Nasional 0 Persen

Adi Subchan - 14 August 2026

ILUSTRASI - Danantara menyiapkan pembiayaan DP 0 persen melalui Himbara untuk mendorong masyarakat membeli motor listrik nasional. (Foto: Freepik)
ILUSTRASI - Danantara menyiapkan pembiayaan DP 0 persen melalui Himbara untuk mendorong masyarakat membeli motor listrik nasional. (Foto: Freepik)

Danantara menyiapkan pembiayaan DP 0 persen melalui Himbara untuk mendorong masyarakat membeli motor listrik nasional.

Aktual Tangerang – BPI Danantara menyiapkan pembiayaan DP 0 persen untuk pembelian motor listrik nasional. Skema tersebut akan disalurkan melalui bank-bank milik negara atau Himbara.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembiayaan itu bertujuan meningkatkan minat masyarakat membeli motor listrik.

Menurutnya, insentif pembiayaan dapat mendorong peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik.

“Di dalam Danantara, kami sudah berbicara dengan seluruh perbankan dan juga seluruh institusi finansial di bawah Danantara. Kita siap mendukung dari perbankan untuk memberikan pendanaan,” kata Rosan saat peluncuran Motor Listrik Nasional di Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Rosan menyebut uang muka kredit motor listrik saat ini masih sekitar 10 persen. Besaran tersebut dinilai menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum membeli motor listrik.

Karena itu, Danantara berupaya menekan uang muka pembelian kendaraan tersebut. Bahkan, Danantara membuka peluang menghapus uang muka menjadi nol persen.

“DP-nya yang selama ini masih ada, kalau menurut informasi dari perbankan kami itu ada 10 persen, kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan (DP 0 persen),” tegas Rosan.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia Tangerang

Suku Bunga dan Tenor Kredit Disiapkan

Danantara juga menyiapkan skema pembiayaan untuk membuat pembelian motor listrik semakin terjangkau.

Rosan mengatakan pihaknya mendorong penurunan suku bunga kredit kendaraan listrik. Selain itu, tenor pinjaman akan diperpanjang untuk mengurangi beban cicilan konsumen.

“Sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat, dengan baik dan kita mempunyai kemampuan untuk mengakselerasi produksi dari motor listrik nasional yang ada di Indonesia ini,” tambahnya.

Skema tersebut diharapkan meningkatkan permintaan motor listrik nasional.

Pertumbuhan permintaan dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas produksi industri dalam negeri. Dengan demikian, pembiayaan murah diharapkan ikut memperkuat ekosistem industri motor listrik nasional.

Danantara Lihat Potensi Pasar Besar

Rosan menilai pasar motor listrik Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

Menurutnya, jumlah sepeda motor yang beredar menjadi basis pasar potensial bagi kendaraan listrik.

“Ada kurang lebih 140 juta motor listrik yang ada di Indonesia dengan setiap tahunnya pembeliannya adalah 6-7 juta motor. Tetapi yang membeli motor listrik kurang lebih hanya 60-70 ribu, jadi hanya 1 persen. Jadi kalau kami lihat ini potensi ke depannya, upside-nya ini bisa secara eksponensial,” paparnya.

Baca Juga :  Yuk Daftar Pelatihan Tata Boga Gratis, Ini Syaratnya

Danantara melihat rendahnya penetrasi motor listrik sebagai peluang pertumbuhan pasar.

Dukungan pembiayaan perbankan diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Skema tersebut mencakup DP 0 persen, suku bunga lebih rendah, serta tenor kredit lebih panjang.

Danantara juga berharap peningkatan permintaan dapat memperkuat produksi motor listrik nasional. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini