PHK di Banten Tembus 4.800 Pekerja, Tertinggi Kabupaten Tangerang

Adi Subchan - 01 July 2026

Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi, mengatakan data jumlah korban PHK hingga Juni 2026 mencapai sekitar 4.800 pekerja. Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan jumlah PHK tertinggi di Banten. Pada Juni 2026, sekitar 350 pekerja kehilangan pekerjaan. (FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)
Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi, mengatakan data jumlah korban PHK hingga Juni 2026 mencapai sekitar 4.800 pekerja. Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan jumlah PHK tertinggi di Banten. Pada Juni 2026, sekitar 350 pekerja kehilangan pekerjaan. (FOTO: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Disnakertrans Banten mencatat 4.800 pekerja terkena PHK hingga Juni 2026. Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan kasus PHK terbanyak.

Aktual Tangerang – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten mencatat 4.800 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Juni 2026. Mayoritas kasus dipicu persoalan internal perusahaan, termasuk kebakaran pabrik dan turunnya permintaan pasar.

Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi, mengatakan data jumlah korban PHK hingga Juni 2026 mencapai sekitar 4.800 pekerja. Kabupaten Tangerang menjadi wilayah dengan jumlah PHK tertinggi di Banten. Pada Juni 2026, sekitar 350 pekerja kehilangan pekerjaan.

“Paling banyak di Kabupaten Tangerang, karena ada pabrik pengolahan makanan terbakar,” kata Septo, Rabu (1/7/2026).

Jumlah PHK tersebut meningkat tajam dibandingkan Mei 2026.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebanyak 2.596 pekerja di Banten terdampak PHK hingga Mei 2026.

Data tersebut menempatkan Banten sebagai provinsi dengan kasus PHK tertinggi kedua secara nasional. Posisi pertama ditempati Jawa Barat dengan 5.044 kasus PHK pada periode yang sama.

Baca Juga :  Banten Jadi Provinsi dengan PHK Tertinggi Kedua Nasional

Septo menjelaskan, sebagian besar PHK di Banten dipengaruhi kondisi internal perusahaan. Sejumlah perusahaan terpaksa mengurangi tenaga kerja setelah mengalami musibah atau penurunan pesanan.

“PHK yang terjadi saat ini di Banten adalah karena di antaranya seperti yang terjadi di Tangerang, itu karena perusahaannya kebakaran. Kemudian ada juga perusahaan yang karena ordernya minim, maka dia harus melakukan perampingan karyawan,” ujarnya.

Menurut Septo, gelombang PHK masih didominasi perusahaan berskala kecil dan menengah.

Hingga kini, perusahaan besar, terutama sektor industri padat karya, belum melaporkan adanya PHK massal.

“Sampai sekarang, perusahaan-perusahaan besar terutama mereka yang industri padat karya, hingga saat ini tidak ada kabar terkait dengan PHK,” tuturnya. (*)

Baca Juga :  Kabar Menggembirakan, Harga BBM Nonsubsidi Turun

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini