Penjualan properti residensial di Tangsel merosot pada awal 2026. Segmen rumah menengah di Serpong dan BSD paling terdampak.
Aktual Tangerang – Pasar properti residensial masih tertekan pada awal 2026. Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mencatat penjualan properti primer turun 25,67 persen tahunan.
Angka tersebut berbalik dari pertumbuhan 7,83 persen pada triwulan IV-2025. Sementara itu, harga properti residensial hanya tumbuh 0,62 persen secara tahunan.
Ketua DPD AREBI Banten Vemby mengatakan penurunan paling terasa di segmen rumah menengah. Menurutnya, kondisi ekonomi membuat masyarakat menahan pembelian properti.
“Ekonomi sedang tidak bagus. Banyak PHK dan pengurangan pekerja,” ujar Vemby, Senin (11/5/2026).
Ia menyebut gejolak global turut memengaruhi pasar properti nasional.
“Harga minyak naik dan inflasi meningkat. Orang jadi lebih berhati-hati membeli rumah,” katanya.
Vemby mengaku keluhan penurunan transaksi dirasakan mayoritas agen properti di Tangerang Raya.
“Teman-teman agen juga mengeluhkan penjualan turun dibanding tahun lalu,” ucapnya.
Ia menjelaskan tekanan terbesar terjadi pada rumah seharga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar. Wilayah Serpong, BSD, dan Tangerang Selatan menjadi area paling terdampak.
“Segmen menengah paling terkena dampaknya,” kata Vemby.
Menurutnya, banyak calon pembeli kini menurunkan target harga rumah. Konsumen yang sebelumnya mencari rumah Rp2 miliar memilih rumah lebih murah.
“Sekarang banyak yang turun ke rumah Rp1 miliar sampai Rp1,5 miliar,” jelasnya.
Penurunan omzet agen properti rata-rata mencapai lebih dari 30 persen secara tahunan. Namun, beberapa kantor agen besar masih mencatat penjualan cukup tinggi. “Secara rata-rata turun 30 persen lebih,” ujar Vemby.
Ia menilai pembeli saat ini didominasi pengguna akhir atau end user. Karakter pembeli seperti itu membuat transaksi berlangsung lebih lama.
“Mereka lebih detail membandingkan harga dan lingkungan sebelum membeli,” katanya.
Di Tangsel, rumah dengan label “jual cepat” mulai banyak ditemukan. Pemilik rumah berusaha menarik minat pembeli di tengah pasar lesu.
Salah satu pemilik rumah di Tangsel, Sony, mengaku banyak pembeli menawar di bawah harga pasar.
“Kalau penawarannya cocok, rumah bisa langsung dilepas,” ujar Sony. ***











Leave a Reply