Bahaya Menyimpan Uang Terlalu Banyak di Bank, Ini Penjelasan Pakar

Adi Subchan - 10 May 2026

Bahaya Menyimpan Uang Terlalu Banyak di Bank, Ini Penjelasan Pakar (Foto: iStock/Ilustrasi)
Bahaya Menyimpan Uang Terlalu Banyak di Bank, Ini Penjelasan Pakar (Foto: iStock/Ilustrasi)

Pakar keuangan mengingatkan bahaya menyimpan terlalu banyak uang di rekening tabungan karena risiko inflasi hingga pembobolan rekening.

Aktual Tangerang – Kebiasaan menyimpan uang terlalu banyak di rekening tabungan perlu dipertimbangkan kembali.

Pakar keuangan menilai langkah tersebut dapat merugikan dalam jangka panjang.

Nilai uang berpotensi tergerus inflasi jika hanya disimpan di rekening biasa. Selain itu, risiko pembobolan dan salah transaksi juga meningkat.

Perencana keuangan bersertifikat asal Pennsylvania, Jessica Goedtel, mengingatkan rekening tabungan memiliki perlindungan terbatas.

“Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit,” ujar Jessica, dikutip dari CNBC Make It, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, dana di rekening bisa sulit dipulihkan ketika terjadi transaksi ilegal. Risiko tersebut semakin besar jika saldo rekening terlalu banyak.

Karena itu, ahli keuangan menyarankan masyarakat tidak menumpuk dana di rekening harian.

Baca Juga :  Harga Hewan Kurban di Tangsel Naik Jelang Idul Adha

Konselor perencanaan pensiun asal New Jersey, Gregory Guenther, menyebut rekening harian sebaiknya berisi dana kebutuhan singkat.

Ia menyarankan saldo rekening cukup untuk kebutuhan satu hingga dua minggu.

“Jika terlalu sedikit, Anda akan cemas setiap transaksi,” kata Gregory. “Tapi jika terlalu banyak, Anda kehilangan peluang pertumbuhan dana,” lanjutnya.

Menurut Gregory, jumlah ideal saldo rekening setiap orang berbeda-beda. Namun, prinsip utamanya adalah menyimpan dana secukupnya untuk kebutuhan rutin.

Dengan begitu, seseorang tidak perlu terus memantau saldo setiap saat.

Gregory juga menegaskan rekening harian bukan tempat dana darurat. Dana darurat sebaiknya dipisahkan dari rekening kebutuhan sehari-hari.

Dana tersebut digunakan untuk kondisi mendesak, seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis.

Baca Juga :  Ribut Soal Beras, Pria di Cisauk Bongkar Makam Ibu Kandung

Perencana keuangan umumnya menyarankan dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran. Dana itu dapat ditempatkan pada rekening berbunga tinggi agar tetap berkembang.

Selain mudah diakses, bunga rekening tersebut juga lebih baik dibanding tabungan biasa.

Dengan cara itu, dana tetap aman sekaligus memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini