Presiden Prabowo Subianto menilai ekonomi Indonesia tetap stabil meski rupiah melemah di tengah tensi geopolitik global.
Aktual Tangerang – Presiden Prabowo Subianto merespons pelemahan rupiah di tengah memanasnya tensi geopolitik global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada Sabtu (16/5/2026). Kurs dolar AS tercatat menyentuh level Rp17.602.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (15/5), rupiah sempat menguat tipis ke Rp17.597 per dolar AS.
Prabowo menilai kondisi ekonomi nasional masih relatif aman menghadapi tekanan global. Menurut dia, ketahanan pangan dan energi menjadi penopang utama stabilitas nasional.
Ia juga meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi isu krisis ekonomi global.
“Sekarang ada yang selalu bilang Indonesia akan collapse, akan chaos, rupiah begini, dolar begini. Rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu diucapkan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo mengatakan sejumlah negara mulai mengalami kepanikan akibat tekanan ekonomi global. Namun, Indonesia dinilai masih memiliki kondisi ekonomi yang relatif stabil.
Ia menyebut ketersediaan pangan dan energi menjaga daya tahan nasional.
“Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” katanya.
Prabowo juga menyoroti dampak konflik Timur Tengah terhadap rantai pasok global. Menurut dia, penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi energi dunia.
Kondisi itu turut memengaruhi harga pupuk global. Sebab, produksi pupuk bergantung pada minyak dan gas.
Meski demikian, Prabowo menyebut sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia.
“Saya dapat laporan dari Menteri Pertanian banyak negara minta pupuk dari Indonesia,” katanya.
“Australia minta tolong kita, Filipina minta, India minta, Bangladesh, Brasil,” lanjut Prabowo.
Selain pupuk, sejumlah negara juga mulai meminta pasokan beras dari Indonesia.
Prabowo menilai kondisi itu membuktikan pentingnya percepatan swasembada pangan nasional.
“Bayangkan kalau kita tidak swasembada,” katanya. ***










Leave a Reply