Masker Mulai Langka di Tangerang, Harga Ikut Melonjak

Adi Subchan - 09 September 2026

Masker mulai langka di Kabupaten Tangerang setelah permintaan meningkat akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: KOMPAS.com/Ilustrasi)
Masker mulai langka di Kabupaten Tangerang setelah permintaan meningkat akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Foto: KOMPAS.com/Ilustrasi)

Masker mulai langka di Kabupaten Tangerang setelah permintaan meningkat akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Aktual Tangerang – Masker mulai sulit ditemukan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang setelah permintaan meningkat akibat sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut terpantau di sejumlah toko, pengecer masker, hingga apotek di Kabupaten Tangerang.

Sebagian pedagang mengaku stok masker mereka mulai menipis, bahkan telah habis.

Lonjakan permintaan terjadi setelah masyarakat mendapat imbauan menggunakan masker saat beraktivitas.

Pengecer yang masih memiliki stok bahkan mulai membatasi jumlah pembelian.

Masker yang sebelumnya dapat dibeli dalam jumlah banyak kini dijual secara satuan. Hal itu dilakukan untuk mencegah persediaan masker cepat habis.

Permintaan Masker Meningkat

Pengecer masker di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rini Aryani, merasakan peningkatan permintaan sejak Minggu (6/9/2026).

Menurut Rini, lonjakan pembelian terutama terjadi pada Minggu sore. Kondisi itu berlangsung setelah masyarakat ramai mendapatkan imbauan menggunakan masker.

“Ramainya itu saat sore, setelah ramai imbauan pakai masker,” kata Rini, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga :  Data BPS: 3.567 Sarjana di Kabupaten Tangerang Masih Menganggur

Sejumlah konsumen bahkan datang untuk membeli masker dalam jumlah besar. Namun, Rini membatasi pembelian karena persediaan masker miliknya semakin terbatas.

Masker tersebut dijual dengan harga sekitar Rp2.000 per buah.

“Rata-rata mereka mintanya per boks. Tapi saya cuma kasih satuan aja, paling 3 sampai 4 masker karena stok saya juga sedikit,” katanya.

Rini juga belum berani menambah persediaan masker karena harga dari distributor daring meningkat.

Biasanya, dia membeli satu boks masker dengan harga sekitar Rp17 ribu. Namun, harga tersebut kini meningkat menjadi sekitar Rp25 ribu per boks.

“Saya pesannya dari toko yang ada di shopee, stoknya juga sudah enggak ada, sekalinya ada juga harganya mahal banget. Biasanya satu boks itu Rp17 ribu, sekarang naik jadi Rp25 ribu, berapa saya mau jualnya,” tuturnya.

Dinkes Minta Warga Tidak Panic Buying

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, meminta masyarakat tidak melakukan panic buying masker.

Dia meminta warga tidak membeli masker secara berlebihan meskipun terdapat kekhawatiran terhadap paparan abu vulkanik.

Baca Juga :  Purbaya Tunda Pajak Toko Online, Daya Beli Masyarakat Masih Lemah

Hendra meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti anjuran pemerintah terkait perlindungan kesehatan.

“Kita sudah menyampaikan imbauan, ada edaran juga dari pak Bupati, dari Kemenkes juga ada. Kita sampaikan memang harus kita laksanakan untuk menjaga kesehatan karena butir-butir abu vulkanik itu memang berbahaya,” ungkapnya.

Hendra menjelaskan abu vulkanik perlu diwaspadai karena partikelnya dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut berisiko mengganggu kesehatan paru-paru masyarakat.

Karena itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan tetap menggunakan masker.

Masker menjadi salah satu upaya perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Hendra juga menanggapi mulai menipisnya stok masker di sejumlah titik penjualan. Menurutnya, pemerintah daerah bersama stakeholder terkait terus menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat mendapatkan perlindungan tanpa membeli masker secara berlebihan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini