Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Aktual Tangerang – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Idul Adha 2026.
Langkah itu dilakukan melalui rapat pengendalian inflasi daerah bersama instansi terkait.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan pengawasan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Rapat ini untuk mengawasi pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok,” kata Pilar, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, periode menjelang hari besar keagamaan rawan terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok. Karena itu, pemerintah daerah terus memantau kondisi pasar agar inflasi tetap terkendali.
“Kita kontrol terus agar inflasi tidak naik dan daya beli masyarakat terjaga,” ujarnya.
Pilar menyebut harga daging menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus.
Selain itu, perubahan nilai tukar rupiah juga dinilai memengaruhi harga sejumlah kebutuhan pokok. “Terkait harga daging terus kita pantau,” katanya.
Pemkot Tangsel juga menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga di pasaran. Salah satunya melalui program pasar murah dan upaya stabilisasi harga lainnya.
“Nanti akan dirumuskan langkah strategis jika ada kenaikan harga signifikan,” jelas Pilar.
Berdasarkan laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, distribusi bahan pokok di Tangsel masih relatif aman. Meski begitu, pengawasan akan terus dilakukan hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.
Pemkot Tangsel juga telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional.
“Kita sudah beberapa kali sidak ke pasar dan akan terus dipantau,” imbuhnya.
Inflasi Tangsel 1,47 Persen
Pemkot Tangsel memastikan inflasi hingga pertengahan Mei 2026 masih terkendali. Berdasarkan evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), inflasi Tangsel berada di angka 1,47 persen.
Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo mengatakan stabilitas harga kebutuhan pokok masih relatif aman.
“Alhamdulillah inflasi kita masih sangat terjaga,” kata Bambang, Kamis (21/5/2026).
Menurut Bambang, kelancaran distribusi menjadi faktor penting menjaga stabilitas harga di pasaran. “Yang kita jaga itu distribusinya,” ujarnya.
Ia menegaskan distribusi barang tidak boleh terganggu akibat kerusakan jalan maupun hambatan lainnya.
Selain distribusi, pemerintah juga terus memantau pasokan dari produsen hingga pedagang.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah kelangkaan bahan pokok di pasaran. “Sejauh ini belum ada persoalan signifikan yang memicu lonjakan harga,” jelasnya.
Meski begitu, beberapa komoditas masih menjadi perhatian Pemkot Tangsel. Komoditas tersebut yakni minyak goreng, bawang, beras, daging sapi, ayam, dan telur.
Menurut Bambang, kenaikan harga dipengaruhi pasokan dan tingginya permintaan masyarakat. Ia mencontohkan harga daging sapi yang kerap naik karena Tangsel bukan daerah produsen.
“Karena itu kerja sama antardaerah sangat penting,” katanya.
Pemkot Tangsel bersama dinas terkait akan terus memantau harga di lapangan. Pengecekan langsung juga dijadwalkan kembali dilakukan pekan depan.
“Hari Senin nanti kami akan turun melakukan pengecekan langsung,” tuturnya.
Bambang memastikan kenaikan harga beberapa komoditas masih dalam batas wajar.
“Ada beberapa yang naik, tapi masih fluktuatif dan terkendali,” pungkasnya. (*)











Leave a Reply