Pedagang bendera Merah Putih di Jalan Pemda Tigaraksa mengeluhkan penjualan yang sepi menjelang HUT ke-81 RI.
Aktual Tangerang – Penjualan bendera menjelang HUT ke-81 RI justru sepi di sejumlah lapak Jalan Pemda Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Pedagang mengaku omzet tahun ini turun drastis dibandingkan periode perayaan kemerdekaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang, Ade Arya (58), mengaku mengalami penurunan penjualan paling parah sejak 2018.
Ade mulai membuka lapaknya sejak 1 Agustus 2026 dengan menjual berbagai pernak-pernik kemerdekaan.
Harga bendera yang dijualnya bervariasi, mulai Rp5.000 hingga Rp50.000 per buah.
Sementara itu, bandir dijual dengan harga sekitar Rp35.000 hingga Rp50.000. Umbul-umbul ditawarkan dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000 per buah.
Adapun bendera background berukuran besar dibanderol sekitar Rp150.000 hingga Rp300.000.
Menurut Ade, jumlah pembeli tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jualan dari tanggal 1 Agustus. Kalau sekarang menurun drastis, jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ade, Senin (10/8/2026).
Ade mengatakan omzet hariannya dahulu mampu mencapai Rp500.000 hingga Rp700.000. Namun, kondisi tersebut sulit dicapai tahun ini karena jumlah pembeli mengalami penurunan signifikan.
“Sekarang ini sangat minim. Pengen dapat Rp100.000 saja susah kalau sekarang,” ujarnya.
Ade menyebut pendapatan Rp100.000 per hari kini sudah sulit diperoleh dari lapaknya. “Kalau dulu bisa sampai Rp500.000 hingga Rp700.000 per hari,” jelasnya.
E-Commerce Jadi Faktor Penurunan Penjualan
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Ibnu Hasim. Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi salah satu penyebab penjualan lapak konvensional menurun.
Ia menilai masyarakat kini semakin banyak membeli kebutuhan melalui platform belanja online.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap pendapatan pedagang bendera musiman.
“Biasanya, per hari itu kita paling dikit dapat Rp500.000, sekarang paling dapat Rp200.000 sampai Rp300.000,” tutur Ibnu.
“Sepi seperti ini ya dikarenakan ada aplikasi online,” lanjutnya.
Meski penjualan menurun, masih ada masyarakat yang memilih membeli bendera secara langsung. Salah satunya Asep Haryadi yang mengaku rutin membeli bendera menjelang peringatan kemerdekaan.
Menurut Asep, memasang bendera bukan sekadar menjalankan tradisi setiap perayaan HUT RI. Ia menilai pemasangan bendera juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
Asep berharap momentum HUT ke-81 RI turut meningkatkan perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat.
“Mudah-mudahan masyarakat makin sejahtera untuk pemerintahannya, mudah-mudahan makin memperhatikan masyarakat juga,” kata Asep. (*)











Leave a Reply