Harga Baju Seragam Sekolah di Ciputat Naik, Pembeli Sepi

Adi Subchan - 11 July 2026

Pedagang seragam sekolah di Tangsel mengeluhkan omzet turun hingga 60 persen menjelang tahun ajaran baru. Daya beli melemah dan belanja online disebut menjadi penyebab. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Pedagang seragam sekolah di Tangsel mengeluhkan omzet turun hingga 60 persen menjelang tahun ajaran baru. Daya beli melemah dan belanja online disebut menjadi penyebab. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Pedagang seragam sekolah di Tangsel mengeluhkan omzet turun hingga 60 persen menjelang tahun ajaran baru. Daya beli melemah dan belanja online disebut menjadi penyebab.

Aktual Tangerang – Pedagang seragam sekolah di Kota Tangerang Selatan mengeluhkan penurunan omzet menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Padahal, kegiatan belajar mengajar SD, SMP, dan SMA dimulai pada Senin (13/7/2026).

Pantauan di Pasar Ciputat, Sabtu (11/7), menunjukkan aktivitas pembeli mulai meningkat sejak siang.

Orang tua terlihat datang bersama anak untuk membeli kebutuhan seragam sekolah. Pegawai toko tampak sibuk melayani pembeli yang datang bergantian.

Rak toko dipenuhi berbagai jenis seragam sesuai ukuran. Namun, keramaian itu belum menyamai musim penerimaan siswa pada tahun sebelumnya.

Salah seorang karyawan toko, Aziah Putri, menyebut penjualan tahun ini turun sekitar 60 persen.

“Tahun ini sangat jauh menurun. Biasanya tiga minggu sebelum masuk sekolah para orang tua sudah ramai berbelanja seragam anak-anaknya,” kata Aziah.

Baca Juga :  PNBP Imigrasi Tangerang Tembus Rp45 Miliar, Naik 28 Persen

Menurut Aziah, peningkatan pembeli baru terasa dalam sepekan terakhir.

“Namun tahun ini, toko baru mulai agak ramai dalam satu minggu terakhir menjelang masuk sekolah. Kalau dibandingkan tahun lalu, penurunannya sekitar 60 persen,” ujarnya.

Aziah menduga kondisi ekonomi memengaruhi daya beli masyarakat. Akibatnya, sebagian orang tua menunda pembelian atau membeli seragam seperlunya.

Ia juga menilai tren belanja daring mengurangi jumlah pembeli di toko fisik.

“Sekarang mungkin karena kondisi ekonomi sedang sulit. Ditambah lagi banyak yang memilih belanja online, jadi pembeli yang datang langsung ke toko jauh berkurang,” imbuhnya.

Menurutnya, peralihan ke belanja daring menjadi tantangan bagi pedagang konvensional.

“Ditambah juga kan sekarang orang banyak yang beralih ke belanja online, jadinya kita yang jualan offline di toko juga berkurang,” kata Aziah.

Baca Juga :  PHK di Banten Tembus 4.800 Pekerja, Tertinggi Kabupaten Tangerang

Meski begitu, pedagang berharap penjualan meningkat hingga hari pertama sekolah. Mereka juga berharap daya beli masyarakat segera pulih.

Aziah mengatakan penurunan penjualan turut berdampak kepada penjahit seragam.

“Karena kalau kondisi seperti ini terus, kasihan juga ke penjahit yang bergantung hidup dari pesanan seragam.”

Sementara itu, pembeli bernama Yuyu menilai harga seragam mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per stel.

“Sekarang harganya per stel untuk seragam putih itu Rp170 ribu, sedangkan pramuka Rp180 ribu.”

Meski harga naik, Yuyu tetap membeli seragam untuk anaknya. Ia mengaku anaknya tidak memperoleh seragam dari sekolah.

“Karena anak saya cuma satu yang mau masuk SMA, dan enggak dapat seragam dari sekolahnya. Jadi mau tidak mau harus beli.” (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini