GERTAK menilai aplikasi Coretax belum siap digunakan. Banyak keluhan akses hingga sorotan anggaran Rp1,28 triliun.
Aktual Tangerang – Sekjen Gerakan Rakyat Taat Pajak (GERTAX), Teguh Supriyanto, mengkritik aplikasi Coretax milik pemerintah. Ia menilai aplikasi tersebut belum siap digunakan oleh masyarakat luas.
Menurut Teguh, peluncuran Coretax terkesan dipaksakan tanpa kesiapan infrastruktur.
“Saya menerima banyak keluhan, aplikasi sulit diakses,” ujar Teguh di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Keluhan datang dari kalangan pengusaha hingga masyarakat umum. Ia menyebut gangguan akses menjadi hambatan utama dalam penggunaan aplikasi.
Selain itu, sosialisasi penggunaan Coretax dinilai masih minim. Panduan teknis yang terbatas juga membuat masyarakat kesulitan memanfaatkan layanan tersebut.
“Banyak pengguna tidak memahami cara menggunakan aplikasi,” katanya.
Teguh juga menyoroti besarnya anggaran pengembangan aplikasi tersebut. Nilai proyek Coretax disebut mencapai Rp1,28 triliun.
Namun, menurutnya, kapasitas server belum mampu menampung lonjakan pengguna.
“Server tidak memadai merespons jumlah pengguna yang besar, apalagi di akhir masa pelaporan” ungkapnya.
Ia mengkritik saran penggunaan layanan manual di kantor pajak. Menurutnya, langkah itu hanya menutupi kelemahan sistem digital.
“Kalau belum siap, jangan dipaksakan ke masyarakat,” tegas Teguh.
Ia menilai kondisi tersebut justru merugikan wajib pajak. Teguh juga meminta perhatian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terhadap persoalan ini.
Ia menilai situasi ini bertolak belakang dengan dorongan kepatuhan pajak. “Pemerintah mendorong kepatuhan, tapi layanan belum siap,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah memperpanjang batas pelaporan SPT Tahunan. Batas waktu pelaporan diketahui berakhir pada Kamis (30/4) hari ini.
Selain itu, ia menyoroti potensi risiko keamanan data wajib pajak. Kekhawatiran muncul terkait keterlibatan perusahaan asing dalam proyek tersebut.
“Ada potensi kebocoran data jika tidak diawasi ketat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum GERTAK, Tegug Eko Prastyono, menegaskan pentingnya edukasi pajak. Ia menyebut pihaknya terus mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak. “Kami rutin mengedukasi soal pentingnya pajak,” ujar Eko.
Ia juga mendorong transparansi pengelolaan dana pajak oleh pemerintah. Menurutnya, transparansi dapat meningkatkan kepercayaan publik.
“Masyarakat ingin tahu penggunaan uang pajak secara jelas,” katanya. ***











Leave a Reply