Cilegon Berangkatkan 200 Tenaga Kerja ke Hokkaido 2027

Adi Subchan - 15 November 2025

Pemkot Cilegon dan PT Kyotsu menyiapkan 200 tenaga kerja untuk Hokkaido dengan persyaratan bahasa dan keterampilan teknis. (Foto: Dok Pemkot Cilegon)
Pemkot Cilegon dan PT Kyotsu menyiapkan 200 tenaga kerja untuk Hokkaido dengan persyaratan bahasa dan keterampilan teknis. (Foto: Dok Pemkot Cilegon)

Pemkot Cilegon dan PT Kyotsu menyiapkan 200 tenaga kerja untuk Hokkaido dengan persyaratan bahasa dan keterampilan teknis.

Aktual Tangerang – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, bertemu perwakilan PT Kyotsu di LPK Wahana Danau Indah. Ia menyampaikan rencana menyiapkan 200 tenaga kerja untuk Hokkaido pada 2027.

Fajar menjelaskan peluang kerja tidak hanya menuntut bahasa, tetapi juga keterampilan khusus seperti pengemudi dan pekerja gudang.

Ia menegaskan terdapat standar teknis yang wajib dipenuhi setiap calon tenaga kerja.

“Calon supir harus melalui proses alih SIM Indonesia ke SIM Jepang selama enam bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pekerja gudang juga harus memenuhi standar kompetensi dan lulus tes tertulis.

“Calon pekerja gudang diminta menguasai bahasa Jepang level N4,” jelasnya.

Baca Juga :  UMP Banten 2026 Segera Diumumkan, Tebak Naik Berapa?

Fajar mengatakan Pemkot Cilegon berencana bekerja sama dengan perusahaan Jepang di Cilegon. Kerja sama ditujukan memperkuat fasilitas pelatihan bagi calon tenaga kerja.

“Kami ingin industri Jepang membantu pelatihan bahasa dan keterampilan,” ungkap Fajar.

Ia memastikan persiapan terbaik akan diberikan bagi warga yang ingin bekerja di Jepang.

Direktur Eksekutif PT Kyotsu, Toshimasa Nagahara, menyatakan pihaknya memprioritaskan tenaga kerja asal Cilegon.

Ia menegaskan kuota awal 200 pekerja diutamakan bagi warga Cilegon sebelum daerah lain.

Toshimasa menyebut kebutuhan tenaga kerja juga berasal dari perusahaan mitra logistik.

Baca Juga :  Larangan Impor Pakaian Bekas Bikin Pedagang Thrifting di Tangsel Resah

Banyak perusahaan Jepang memerlukan SDM tambahan untuk mendukung operasional. “Pada tahap awal, kami membantu penempatan SDM Indonesia di Hokkaido,” ujarnya.

Ia berharap mendapatkan SDM terbaik dari Indonesia, khususnya Cilegon. Toshimasa menuturkan posisi paling dibutuhkan adalah pengemudi truk.

Ia menegaskan, keterampilan khusus tidak wajib, namun keselamatan kerja menjadi prioritas utama. “Pengemudi harus memastikan barang tiba aman dan kualitas tetap terjaga,” ucapnya.

Salah satu murid LPK, Reza Apriliani, bersyukur atas inisiatif Pemkot Cilegon. Ia mengapresiasi kehadiran perusahaan Jepang di LPK Wahana Danau Indah.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini