Kasus Keracunan MBG Marak, Begini Cara Mendeteksinya

Adi Subchan - 29 September 2025

Dari 109 dapur MBG yang beroperasi di Tangsel, baru 15 SPPG mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Ini kendalanya. (Foto: kompas.com/Ilustrasi)
Dari 109 dapur MBG yang beroperasi di Tangsel, baru 15 SPPG mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Ini kendalanya. (Foto: kompas.com/Ilustrasi)

Kapan Harus ke Dokter?

Untuk anak-anak segera bawa ke dokter jika mengalami hal-hal berikut:

– Sangat haus atau jarang buang air kecil

– Terlihat lemas, pusing, atau perilaku berubah

– Diare lebih dari satu hari

– Muntah berulang kali

– BAB berdarah atau bernanah

– Demam tinggi atau nyeri perut parah.

Sementara untuk orang dewasa, segera periksa ke dokter jika mengalami gejala berikut:

– Gangguan saraf atau penglihatan kabur.

– Muntah terus-menerus.

– Diare lebih dari tiga hari.

– Demam tinggi (≥39,4°C).

– Dehidrasi: mulut kering, pusing, jarang BAK.

Penyebab dan Faktor Risiko

– Penyebab utama keracunan makanan antara lain:

–  Bakteri: E. coli, Salmonella.

– Virus: Norovirus.

– Parasit: cacing atau protozoa.

– Jamur: penghasil racun.

– Zat kimia: pestisida dan logam berat.

Kontaminasi bisa terjadi sejak proses panen hingga penyajian makanan. Risiko meningkat jika kebersihan tidak dijaga, termasuk saat memasak atau menyimpan makanan.

Baca Juga :  39 Warga Tangerang Dicoret PKH Gara-gara Main Judol

Tag Terkait:

One response to “Kasus Keracunan MBG Marak, Begini Cara Mendeteksinya”

  1. Iskandar Avatar
    Iskandar

    Gak tepat sasaran, sebaiknya Uang itu dibuat pendidikan gratis kesehatan gratis dan ciptakan lapangan pekerjaan .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini