Rekayasa Lalin di Jembatan Kedaung

admin - 23 May 2025

154693-182845aceb39c9e413e28fd549058cf8-154693

Rekayasa Lalin di Jembatan Kedaung, Solusi Dishub Kota Tangerang Atasi Kemacetan

Tangerang-Rekayasa lalin di Jembatan Kedaung resmi diberlakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang. Hal ini sebagai respons terhadap keluhan warga soal kemacetan yang terus terjadi di kawasan tersebut. 

Kawasan Jembatan Kedaung yang menjadi jalur vital penghubung antara Sepatan dan Neglasari kerap mengalami kepadatan, terutama saat jam-jam sibuk. Langkah konkret ini diambil setelah Dishub Kota Tangerang bekerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota untuk menerapkan sistem lalu lintas baru yang lebih tertib dan efisien.

Skema Baru untuk Mobilitas yang Lebih Lancar

Pelaksanaan rekayasa lalin di Jembatan Kedaung ditandai dengan pemasangan berbagai fasilitas pendukung seperti rambu lalu lintas, barrier beton, dan water barrier. Tak hanya itu, sejumlah petugas juga disiagakan di titik strategis guna memastikan arus kendaraan berjalan sesuai dengan aturan baru.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah penerapan sistem satu arah (one way) di Jalan Tangga Abu dan Jalan Eretan. Dua jalur ini sebelumnya sering menjadi titik penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan parah di area Jembatan Kedaung.

Dukungan Polisi dan Partisipasi Masyarakat

Kepala Dishub Kota Tangerang, Achmad Suhaely, menyatakan bahwa kolaborasi dengan kepolisian sangat penting untuk menyukseskan rekayasa lalin di Jembatan Kedaung. Petugas dari kepolisian dikerahkan untuk menjaga ketertiban dan memastikan pengendara mematuhi skema baru.

Lebih jauh, Suhaely juga menghimbau masyarakat agar mendukung kebijakan ini dengan mematuhi rambu yang terpasang dan mengikuti arahan petugas. Keselamatan dan kenyamanan bersama menjadi alasan utama diberlakukannya sistem baru ini.

Rute Baru yang Perlu Diketahui Pengendara

Agar kebijakan rekayasa lalin di Jembatan Kedaung berjalan optimal, masyarakat diminta memahami dan menyesuaikan diri dengan rute-rute baru yang diberlakukan. Berikut pembagian jalur sesuai arah perjalanan:

  • Bayur ke Selapajang: Jalan Kedaung Barat – Jembatan Kedaung – Jalan Eretan – Jalan Iskandar Muda

  • Bayur ke Rawa Kucing: Jalan Kedaung Barat – Jembatan Kedaung – Jalan Eretan – Jalan Iskandar Muda

  • Rawa Kucing ke Bayur: Jalan Iskandar Muda – Jalan Tangga Abu – Jembatan Kedaung – Jalan Kedaung Barat

  • Selapajang ke Bayur: Jalan Iskandar Muda – Jalan Tangga Abu – Jembatan Kedaung – Jalan Kedaung Barat

Pemahaman terhadap perubahan ini sangat penting agar masyarakat tidak tersesat maupun menimbulkan kemacetan baru di jalur alternatif.

Dampak Positif Rekayasa Lalin Jangka Panjang

Dengan diberlakukannya rekayasa lalin di Jembatan Kedaung, Dishub Kota Tangerang berharap tidak hanya mengatasi kemacetan sesaat, tetapi juga menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di masa depan.

Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi serta pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Penerapan rekayasa lalin di Jembatan Kedaung merupakan solusi strategis untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan rutin warga. Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kerja sama antara Dishub, kepolisian, dan masyarakat pengguna jalan. Dengan sistem lalu lintas yang lebih teratur, mobilitas warga akan semakin lancar dan aman.

Sumber: Trust Banten
Foto: tangerangkota.go.id

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok

Baca Juga :  Lomba MTQ Banten Resmi Dibuka

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini