Pemerintah targetkan pembangunan PSEL di TPA Cipeucang Tangsel mulai 2026. Proyek senilai Rp2,6 triliun ini akan hasilkan listrik 23,5 MW dari 1.100 ton sampah per hari.
Aktual Tangerang – Pemerintah menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik dari Sampah atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangerang Selatan, Banten, dimulai pada awal 2026 dan selesai dalam tiga tahun.
Dengan nilai investasi mencapai Rp2,6 triliun, proyek ini akan dijalankan menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) selama 30 tahun.
PSEL Tangsel dirancang mampu mengolah 1.100 ton sampah per hari, terdiri atas 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama. Proses pengolahan akan memanfaatkan teknologi Moving Grate Incinerator (MGI) yang diklaim modern dan ramah lingkungan.
Fasilitas ini ditargetkan dapat menghasilkan listrik hingga 23,5 megawatt (MW) yang akan disalurkan ke jaringan listrik nasional.
Untuk mengoperasikan proyek ini, telah dibentuk Badan Usaha Pelaksana (BUP) bernama PT Indoplas Tianying Energy, perusahaan patungan antara PT Indoplas Energy Hijau (IEH), anak usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), dengan China Tianying Inc. (CNTY), perusahaan penyedia teknologi pengolahan limbah asal Tiongkok.
Baca juga:
-
Tunjangan Kinerja Pejabat Pemprov Banten Rp76 Juta per Bulan
-
Ultah Sweet Seventeen Tangsel tanpa Pesa, Pemkot Gelar Kegiatan Sosial
Direktur Utama PT Indoplas Tianying Energy Bobby Gafur Umar mengatakan pembentukan BUP ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sampah di kawasan perkotaan.
“PSEL Tangsel ini akan menjadi kontribusi konkret kami dalam mendukung program pemerintah mengurangi volume sampah sekaligus menyediakan energi bersih bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Setelah resmi beroperasi, PSEL Tangsel diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi di Indonesia dan mempercepat transisi menuju energi bersih.











Leave a Reply