MBG Berkebutuhan Khusus Perdana di Tangerang Raya, 1.100 Murid Terima Manfaat
Membawa Harapan Baru untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus
Program MBG Berkebutuhan Khusus resmi diluncurkan di Tangerang Raya, menyasar siswa-siswa dengan kebutuhan khusus yang selama ini belum sepenuhnya terlayani. Sebelas sekolah di wilayah ini menjadi titik awal penerapan program makan bergizi gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan perkembangan mereka.
Antusiasme Peluncuran dan Dukungan Pemerintah
Peluncuran program MBG Berkebutuhan Khusus berlangsung meriah pada Senin pagi, dihadiri oleh Gubernur Banten, Wali Kota Tangerang, serta sejumlah pejabat penting lainnya. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh untuk inisiatif ini, menunjukkan keseriusan mereka dalam memenuhi hak-hak anak berkebutuhan khusus, terutama dalam pemenuhan gizi.
Gubernur Banten, Andra Soni, dalam sambutannya di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan, “Program khusus ini diberikan kepada SKH-SKH yang ada di Tangerang Raya, yang selama ini belum tersentuh terkait dengan MBG. Karena memang ada kesulitan tersendiri.”
1.100 Murid di Tangerang Selatan Menerima MBG Perdana
Sebanyak 1.100 murid dari Sekolah Khusus Negeri (SKHN) di Tangerang Raya, termasuk Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Program ini menerima manfaat dari program MBG Berkebutuhan Khusus.
Setiap hidangan yang disajikan telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi individu, mendukung kesehatan dan perkembangan optimal anak-anak tersebut.
Menurut Gubernur Andra, kesulitan dalam merancang menu menjadi tantangan tersendiri. “Karena berkebutuhan khusus, tentu makanannya juga ada menu-menu khusus,” ujarnya. Oleh karena itu, menu yang disajikan harus melewati tahap uji coba selama satu minggu, dengan kolaborasi dari CSR Grab dan OVO.
Kolaborasi dengan Swasta dan Harapan Pengembangan
Program MBG Berkebutuhan Khusus ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta. “Bagi saya meniru atau mencontoh sesuatu yang baik itu enggak perlu gengsi,” kata Andra.
Hal ini ia tegaskan ke depan program ini akan dikembangkan lebih luas di Provinsi Banten dengan tetap menggandeng sektor swasta. Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung, Reda Manthovani, yang ikut memantau program ini.
Ia menambahkan bahwa makanan yang disajikan di sekolah khusus harus memperhatikan kandungan vitamin dan perlakuan khusus terhadap kebutuhan anak. Ia juga mengingatkan pihak sekolah dan UMKM setempat untuk selalu memperhatikan komposisi makanan setiap harinya.
Antusiasme Guru dan Siswa
Program MBG Berkebutuhan Khusus disambut dengan rasa syukur dan antusiasme luar biasa dari para guru dan siswa. Banyak yang merasa program ini sangat membantu, baik dari sisi finansial maupun dari sisi pemenuhan gizi anak-anak.
Dengan pelaksanaan yang terus dipantau, diharapkan program ini menjadi model percontohan nasional untuk memperbaiki status gizi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Sumber Foto: satelitnews.com
Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok











Leave a Reply