Daftar Daerah di Tangerang Raya yang Rawan Banjir

Adi Subchan - 11 November 2025

Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)
Pemkot Tangerang menetapkan siaga darurat hidrometeorologi hingga Maret 2026, fokus wilayah timur dan penguatan mitigasi bencana. (Foto: Dok Pemkot Tangerang/Ilustrasi)

Tangerang Raya dilanda cuaca ekstrem. BPBD mencatat sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangsel rawan banjir serta puting beliung.

Aktual Tangerang – Wilayah Tangerang Raya berpotensi dilanca cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Beberapa daerah tercatat paling rawan saat hujan deras dan angin kencang melanda.

1. Kabupaten Tangerang

BPBD Kabupaten Tangerang menyebut area tengah dan utara paling rawan bencana. Banjir dan angin puting beliung menjadi ancaman utama di wilayah tersebut.

“Titik rawan banjir berada di Curug, Binong, dan Balaraja,” ujar Kepala BPBD Tangerang, Achmad Taufik, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan, wilayah Pantura seperti Tanjung Burung juga rawan genangan. Sementara daerah Kronjo dan Pakuhaji kerap dilanda puting beliung.

Baca Juga :  ASN Dishub Pemkab Tangerang Rawan Penyalahgunaan Narkoba
Banjir
Tangerang Raya dilanda cuaca ekstrem. BPBD mencatat sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangsel rawan banjir serta puting beliung. (Foto: Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Untuk mitigasi, disiapkan 14 posko bencana terintegrasi dengan pos pemadam kebakaran.

Setiap posko mengawasi dua hingga tiga kecamatan sesuai tingkat kerawanan. “Posko ini agar penanganan bencana lebih cepat,” jelas Taufik.

2. Kota Tangerang

Wilayah Kota Tangerang juga memetakan daerah rawan banjir. Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, memantau kawasan bantaran Kali Angke dan Kali Sabi. Kedua wilayah itu sering terdampak luapan air saat hujan deras.

“Kami fokus di Kali Angke, Kali Serua, dan Bendung Sarakan Cirarab,” katanya.

Pemkot juga menyiapkan pos pantau debit air di hulu seperti Batu Beulah dan Tajur, Bogor. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir kiriman dari wilayah hulu.

Selain itu, perbaikan turap, drainase, dan pintu air terus dilakukan. “Kami bersiap menghadapi puncak hujan November hingga Februari,” ujarnya.

Baca Juga :  Tangerang Jadi Tuan Rumah Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

3. Kota Tangerang Selatan

BPBD Tangsel mencatat tujuh kecamatan dengan 49 titik rawan banjir.

“Data berasal dari hasil evaluasi kejadian tahun lalu,” ujar Kepala BPBD Tangsel, Sutang.

Titik genangan terparah berada di Pondok Maharta, Taman Mangu, dan Kampung Bulak, Pondok Aren.

Wilayah Pamulang juga sering tergenang di Bukit Pamulang Indah dan Reni Jaya. “Banjir biasanya surut dalam beberapa jam, kadang bisa 24 jam,” ungkap Sutang.

Pemkot Tangsel memperkuat tanggul dan drainase di bantaran kali. “Mesin pompa air juga disiagakan di titik rawan,” tambahnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini