Dinkes Kota Tangerang mencatat 66 kasus campak hingga September 2025. Masyarakat diminta waspada dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak, menyusul tren kenaikan kasus yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Tangerang.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyampaikan bahwa sejak awal tahun hingga September 2025, pihaknya mencatat 66 kasus campak di berbagai wilayah di Kota Tangerang. Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring pelaksanaan penyelidikan epidemiologi yang dilakukan secara aktif oleh 39 puskesmas.
“Penyelidikan dilakukan secara door to door oleh petugas kesehatan untuk mengidentifikasi kasus yang diduga maupun sudah terkonfirmasi. Ini membuat angka kasus bisa terus meningkat, karena kami secara aktif mencari dan menangani kasus lebih awal,” kata dr. Dini, Rabu (10/9/2025).
Upaya tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran lebih luas dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), melalui pendataan gejala, riwayat kontak, serta status imunisasi pasien.
Baca juga:
-
Pasok Air Bersih untuk Warga Tangsel, IPA Pesanggrahan Diresmikan
-
Dua WNA China Bobol Rumah Warga Tangerang, Jarah Harta Rp4,5 Miliar
Lebih lanjut, Dini menegaskan bahwa meningkatnya jumlah temuan kasus bukan berarti ada lonjakan penularan secara drastis, melainkan mencerminkan sistem deteksi dini dan surveilans aktif yang berjalan efektif di fasilitas kesehatan.
“Justru ini menunjukkan sistem pengawasan kita bekerja. Daerah dengan laporan kasus rendah belum tentu aman, bisa jadi karena belum dilakukan pemeriksaan atau kasusnya tidak dilaporkan,” jelasnya.
Dinkes juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat serta pemantauan di sekolah, posyandu, dan permukiman padat penduduk. Tujuannya untuk meminimalkan potensi penularan, terutama di kalangan anak-anak.
“Masyarakat kami imbau tetap tenang namun waspada. Segera laporkan ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam, batuk, ruam merah, pilek, atau mata merah. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi,” ujar Dini.











Leave a Reply