4 Pilar Menuju Indonesia Sehat

Adi Subchan - 13 November 2025

Prof. Dr. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc - Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Prof. Dr. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc - Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Kalau bicara pangan, ada 4 Pilar Ketahanan Pangan yang bisa dijadikan acuan, yakni:

1. Pangan yang cukup.

2. Pangan yang berkualitas.

3. Pangan yang bisa dijangkau dari sisi distribusi dan harga.

4. Pangan membangkitkan selera untuk dikonsumsi agar orang ini makan yang cukup.

Dari 4 pilar di atas apa yang ingin dicapai? Kita ingin menyadarkan orang Indonesia atas kebutuhan dirinya yang sehat dan bugar agar produktif. Tidak lemas dan loyo, semangat belajar dan produktif.

Ada tiga komponen pada diri manusia: 1. Akal. 2. Ruh. 3. Fisik.

Melalui fisik yang sehat dan bugar akan melahirkan akal yang bisa berfungsi untuk menghasilkan ruh yang memiliki sifat kemanusiaan yang mulia dan sejahtera.

Jadi, interaksi antara makanan yang berkualitas yang dikonsumsi dengan cukup akan menghasilkan akal yang berilmu kemudian ilmu dan ruh yang hidup. Idealnya seperti itu.

Apakah secara individu, orang Indonesia sudah memenuhi parameter tersebut? Secara individu, yang memenuhi persyaratan kebutuhan fisik yang ideal di Indonesia berkisar 50%. Kemudian yang bugar dan produktif berjumlah 25% dari sisi pangan. Selebihnya adalah kelebihan pangan atau kekurangan pangan.

Ketahanan pangan adalah cukup dan melahirkan orang yang sehat dan bugar.

Makna kesehatan adalah negara atau rumah memiliki stok makanan yang cukup, makanan yang berselera, tidak kelebihan dan tidak kekurangan yang out put-nya adalah sehat, bugar, dan produktif.

Baca Juga :  Orang Tua di Tangsel Usul, MBG Diganti Uang Tunai

Faktanya yang ada di Indonesia sekarang 35% kelebihan, 15% kekurangan makanan. Bahkan data Kemenkes RI menyebutkan bahwa 65% anak usia sekolah tidak sarapan (TB News, 13/11/25). Jika fakta ini dibongkar, MBG tentu dapat menjadi salah satu jawaban terkait masalah ketahanan pangan.

MBG menyiapkan sarapan secara gratis, anak sekolah dan orang tua di rumah tentu senang. Anak tidak jajan di luaran sembarangan tapi diberikan makanan yang dapat memberikan gizi yang cukup.

Dalam proses berjalannya MBG tentu tidak luput dari masalah. Masalah yang kerap terjadi adalah keracunan makanan bahkan ada yang sampai dijadikan KLB.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini