Membangun Kota dengan Super Tim

Adi Subchan - 20 November 2025

Dr. H. Arief R. Wismansyah, B.Sc., M.Kes, Wali Kota Tangerang Periode 2013-2023. (Foto: ANTARA)
Dr. H. Arief R. Wismansyah, B.Sc., M.Kes, Wali Kota Tangerang Periode 2013-2023. (Foto: ANTARA)

Beragam cara dilakukan oleh banyak kepala daerah kabupaten kota di Indonesia dalam memimpin warga dan membangun kotanya. Termasuk ketika saya diamanahi menjadi Wali Kota Tangerang periode 2013-2023.

BEKERJA adalah bagian dari ibadah. Termasuk ketika kita menjadi abdi negara pelayan masyarakat. Tentu kita harus menjalankan amanah tersebut agar bisa bermanfaat dan maslahat untuk semua.

Beragam cara dilakukan oleh banyak kepala daerah kabupaten kota di Indonesia dalam memimpin warga dan membangun kotanya. Termasuk ketika saya diamanahi menjadi Wali Kota Tangerang periode 2013-2023. Rentang waktu yang cukup lama.

Suka-duka dalam memimpin Kota Tangerang bersama tim kerja. Semua kita rencanakan bersama dengan melibatkan semua unsur yang ada. Sebab kota ini bukan milik segelintir orang atau golongan. Kota ini milik kita semua warga Kota Tangerang.

Oleh sebab itu, ketika membangun pun harus kita rencanakan bersama dan kita bekerja sama. Apa saja yang yang kami lakukan hingga pencapaian demi pencapaian diraih.

Sekarang adalah era digital yang harus menjadi bagian dalam sebuah proses membangun kota. Teknologi informasi akan memudahkan pekerjaan. Hasilnya menjadi lebih presisi karena keterbatasan manusia.

Aneka platform media sosial menjadi “rekan kerja” untuk mencari solusi pembangunan. Masalah pembangunan kita carikan referensinya dari media sosial dan literatur-literatur on-line.

Baca Juga :  4 Pilar Menuju Indonesia Sehat

Selain itu, agenda ke luar daerah hingga perjalanan ke luar negeri menjadi sebuah proses untuk mencari dan menemukan panduan agar Kota Tangerang menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

Sebagai hamba Allah yang diberikan akal, kita harus terus belajar. Tidak seperti katak dalam tempurung. Merasa paling hebat. Merasa paling bagus dan paling bisa. Padahal di luar sana banyak pembangunan.

Sejatinya, kita meramu kebaikan-kebaikan itu semua menjadi formulasi yang bisa kita implementasikan. Hal itu didiskusikan semua bersama teman-teman di pemerintahan termasuk di nonpemerintahan.

Menyelesaikan Masalah bersama Tim

Perjalanan selama 10 tahun saya sebagai Wali Tangerang Kota tentu tidak lepas dari kekurangan di sana-sini. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab. Banyak faktor yang menjadi sebab rencana kita tertunda untuk dieksekusi.

Pemahaman, wawasan, pengetahuan, pola pikir, kapasitas, dan kapabilitas. Ini poinnya. Apakah saya menjadi lemah dan pesimis? Saya justru sebaliknya. Kendala-kendala yang masing-masing kita hadapi itu kita hadapi bersama. Semangat kita adalah sama-sama bekerja, dan bekerja bersama-sama.

Jadi kita tidak pernah memikirkan kekurangan 1 atau 10 orang. Yang kita pikirkan adalah masing-masing orang mempunyai potensi. Jadi, kalau jadi 10 orang, potensinya ada 10. Kita tampung kelebihannya. Nah, kelebihan-kelebihan orang-orang itu yang akhirnya bisa menutupi kekurangan di masing-masing individu.

Baca Juga :  Menjaga Marwah Kota Berakhlakul Karimah

Alhamdulillah, saya tidak merasa pernah mempunyai kendala karena saya tidak bekerja sendiri. Saya selalu melibatkan tim kerja yang semakin lama semakin solid dan tertempa. Yang mematangkan kami adalah kendala di lapangan yang diselesaikan oleh tim. Kita sama-sama kerja dan kerja sama-sama. Tidak pernah ada Superman, yang ada adalah Super Tim.

Ilmu, eksekusi di lapangan, dan evaluasi harus kita jadikan alur kerja dalam tim. Tanpa salah satunya, akan menjadi tidak maksimal. Kita akan rugi waktu, uang, tenaga, dan pikiran.

Teladan dari Rasulullah Saw

Dalam bekerja, kita teladani apa yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Beliau berdakwah bersama para sahabat secara kolektif kolegial tanpa membeda-bedakan. Semua memiliki peran sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Beliau membangun umat bersama para sahabat yang menjadi tim hingga terbentuk menjadi super tim yang hebat kelak di kemudian hari. Masalah dan ujian dijadikan sebagai ilmu dan pelajaran.

Budaya yang dicontohkan Rasulullah Saw itulah yang menjadi role model ketika saya membangun Kota Tangerang yang menjadi milik bersama ini. Ilmu kita terapkan hingga menjadi sebuah kepahaman.

Tiada gading yang tak retak. Jika ada kekurangan ketika kami memerintah di Kota Tangerang, kami mohon maaf. Kalau ada kelebihan, alhamdulillah semoga ini mudah-mudahan jadi amal shaleh di sisi Allah sebagai kebaikan kita bersama.

Sekali lagi, semua memiliki peran yang sangat besar bagi kebaikan Kota Tangerang yang kita cintai ini.

Terakhir adalah, kita harus meyakini bahwa dalam setiap pekerjaan dan perjuangan, harus kita landasi dengan kunci sukses dunia-akhirat di antaranya:

  • sedekah,
  • istiqomah,
  • saling berbagi kebaikan kepada sesama,
  • ikhlas dengan ketentuan Allah SWT, √ jangan pernah berkeluh-kesah,
  • bersyukur kepada Allah SWT.

Semoga Kota Tangerang semakin maju dan berkembang dan tetap menjadi Kota yang berakhlakul kariimah.

 

Penulis: Dr. H. Arief R. Wismansyah, B.Sc., M.Kes – Wali Kota Tangerang Periode 2013-2023

Tag Terkait:

One response to “Membangun Kota dengan Super Tim”

  1. Abeh Boedie Avatar
    Abeh Boedie

    MaasyaAllooh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini