Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Tangsel mendorong percepatan pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik).
Proyek PSEL didanai pemerintah pusat dan akan dibangun langsung di kawasan Cipeucang.
Menurut Benyamin, konsorsium pemenang tender sudah membentuk badan usaha pelaksana PSEL.
“Setiap hari, 100 ton sampah lama akan diolah pakai insinerator. Jadi volumenya berkurang perlahan,” jelasnya.
Pembangunan PSEL dijadwalkan dimulai Januari 2026, dengan target beroperasi secara bertahap.
Sambil menunggu, Pemkot melakukan penataan sistem pengelolaan seperti sanitary landfill, pemanfaatan gas metan, dan pengolahan lindi.
Dari sisi hulu, pengelolaan sampah juga digencarkan melalui TPS 3R dan bank sampah di setiap wilayah Tangsel.
Benyamin menyebut, populasi Tangsel kini mencapai 1,4 juta jiwa dan terus meningkat.
“Kalau dari hulu tidak ditangani, masalah sampah akan makin berat,” katanya.
Sementara itu, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel mencatat timbulan sampah mencapai 1.029 ton per hari.








Leave a Reply