TPA Cipeucang Disegel KLH, Tangsel Terancam Krisis Sampah

Adi Subchan - 05 October 2025

KLH memastikan TPA Cipeucang ditutup permanen Juni 2026. Pemkot Tangsel siapkan teknologi sanitary landfill dan PSEL. (Foto: tirto.id/Ilustrasi)
KLH memastikan TPA Cipeucang ditutup permanen Juni 2026. Pemkot Tangsel siapkan teknologi sanitary landfill dan PSEL. (Foto: tirto.id/Ilustrasi)

Dari jumlah itu, 427 ton per hari masih dibuang ke TPA Cipeucang.

Sebanyak 84 ton ditangani melalui TPS 3R, bank sampah, dan pengelolaan masyarakat mandiri.

DLH mengatur ritme pembuangan agar TPA tidak kelebihan kapasitas, yaitu sekitar 870 ton per hari.

Plh Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah, menyebut pihaknya juga menyiapkan pembangunan Material Recovery Facility (MRF).

Fasilitas ini berfungsi memisahkan material daur ulang agar volume sampah yang ditimbun berkurang.

Antisipasi risiko longsor dan kebakaran juga dilakukan, terutama saat cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Tangsel Ditetapkan Tanggap Darurat Sampah hingga Januari 2026

TPA Cipeucang sebelumnya direncanakan ditutup, namun hingga kini masih aktif menampung sampah warga.

Tahun 2025 belum ada TPS 3R baru. Pemkot Tangsel fokus mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada.

Untuk mendukung operasional, Pemkot menyewa 27 truk sampah melalui APBD 2025.

Berdasarkan LPSE, anggaran sewa truk mencapai Rp11,97 miliar selama 12 bulan. Truk yang disewa adalah jenis armroll dengan kapasitas enam meter kubik per unit.

Pengadaan dilakukan melalui skema e-purchasing dan dikategorikan sebagai jasa lainnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini