Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang belum menjangkau lebih dari separuh sekolah, ungkap Disdik setempat.
Aktual Tangerang – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau sebagian besar sekolah di Kabupaten Tangerang.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu masih meninggalkan ketimpangan distribusi penerima manfaat.
Data menunjukkan, lebih dari separuh sekolah belum menerima program MBG. Di Kabupaten Tangerang terdapat 1.094 SD negeri dan swasta serta 490 SMP. Lebih dari 50 persen sekolah tersebut dilaporkan belum tersentuh program MBG.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, membenarkan kondisi tersebut.
“Masih banyak sekolah yang belum menerima MBG, jumlahnya lebih dari separuh,” kata Agus, Selasa (20/1/2026).
Ironisnya, sekolah penerima MBG justru menjadi objek perebutan antar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kondisi itu diperparah minimnya pelibatan Dinas Pendidikan dalam proses koordinasi. Padahal Disdik memiliki peta zonasi dan sebaran sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Sering terjadi polemik antar SPPG karena Disdik tidak dilibatkan dalam koordinasi,” ujar Agus.
Agus menyebut Disdik dan sekolah hanya menjadi objek dalam pelaksanaan program MBG. Katanya, Disdik tidak memiliki data sekolah penerima maupun yang belum menerima MBG.
“Data sekolah penerima MBG ada di SPPG atau Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya.
Situasi ini menciptakan paradoks dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Banyak sekolah belum menerima MBG, sementara sekolah penerima justru ddiperebutkan.
Kondisi itu menandakan lemahnya perencanaan dan minimnya kendali pemerintah daerah. Tanpa pelibatan aktif Disdik, distribusi MBG berpotensi terus berjalan timpang.
Ketimpangan tersebut juga berisiko memicu konflik baru di tingkat pelaksana. Jika tak dibenahi, MBG berpotensi menyimpang dari tujuan pemenuhan gizi anak sekolah.








Leave a Reply