Pedagang gudeg di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menjadi korban dugaan penipuan paket COD palsu. Pelaku memanfaatkan tetangga untuk menalangi pembayaran Rp150 ribu.
Aktual Tangerang – Seorang pedagang gudeg di Jalan Haji Musid, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, diduga menjadi korban penipuan bermodus paket cash on delivery (COD) palsu. Pelaku memanfaatkan tetangga korban untuk menalangi pembayaran paket senilai Rp150 ribu.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah, Supriyati, sedang pergi ke pasar.
Pelaku kemudian mendatangi rumah korban sambil membawa sebuah paket. Karena Supriyati tidak berada di lokasi, pelaku meminta tetangganya membayar paket tersebut lebih dahulu.
Supriyati mengaku tidak pernah memesan barang apa pun. Namun, pelaku menyebut paket itu ditujukan untuk dirinya.
“Waktu itu saya lagi ke pasar. Katanya ada paket buat saya, terus dititipkan ke tempat abang cukur,” ujar Supriyati di Ciputat Timur, Kamis (16/7/2026).
Tetangga korban, Dede Ramdan, akhirnya membayar paket senilai Rp150 ribu. Menurut Supriyati, Dede mengaku iba dan mengira paket itu memang miliknya.
“Dia bilang, ‘Saya bayar dulu, Bu, karena kasihan’,” tuturnya.
Isi Paket Hanya Dua Botol Air Minum
Sepulang dari pasar, Supriyati bersama anaknya meminta pelaku mengembalikan uang. Namun, pria yang mengantar paket menolak permintaan tersebut.
“Anak saya meminta uang dikembalikan, tapi dia enggak mau. Akhirnya dibuka rame-rame,” katanya.
Paket kemudian dibuka di hadapan warga. Isinya hanya dua botol air minum yang tidak sebanding dengan uang Rp150 ribu yang telah dibayarkan.
Supriyati juga menemukan sejumlah kejanggalan pada paket tersebut. Label pengiriman hanya ditulis menggunakan spidol.
Selain itu, pria yang mengantarkan paket tidak mengenakan atribut resmi perusahaan jasa ekspedisi.
“Saya lihat tulisannya pakai spidol, bukan diketik. Orangnya juga cuma naik motor, enggak pakai atribut seperti kurir biasanya,” ujarnya.
Supriyati mengaku baru pertama kali mengalami kejadian serupa selama 35 tahun berdagang.
“Saya 35 tahun jualan, belum pernah ketipu begitu. Ya nyesek, Rp150 ribu juga besar buat saya,” ucapnya.
Dede Ramdan mengungkapkan dirinya sama sekali tidak menaruh curiga saat pelaku datang. Saat itu, ia baru selesai memangkas rambut pelanggan.
“Saya habis cukur, tiba-tiba ada orang nganter paket katanya nyuruh talangin dulu, yaudah saya bayarin,” kata Dede.
Ia mengaku tidak mengetahui isi paket yang dibawakan pelaku. Dede hanya melihat sebuah bungkusan biasa.
“Enggak tahu paket apa, bungkusan gitu doang,” ujarnya.
Menurut Dede, pelaku langsung menyebut nama Supriyati sebagai pemilik paket. Pelaku juga memperlihatkan percakapan WhatsApp agar dirinya percaya.
“Dia ngomong duluan, bilang paket gudeg Supriyati. Nunjukin WhatsApp juga, terus nyuruh talangin dulu, besok diganti, yaudah saya bayarin,” tuturnya.
Kecurigaan baru muncul setelah Supriyati pulang dari pasar. Saat dikonfirmasi, korban mengaku tidak pernah memesan barang.
“Ketahuannya pas ada yang manggil ada paket. Ternyata enggak pesen apa-apa. Coba tanya yang lain juga enggak ada yang pesan, dari situ saya curiga, ‘ah modus’,” pungkasnya. (*)








Leave a Reply