Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 51.300 kasus ISPA Januari-Mei 2026. Warga diminta waspadai polusi dan heat stroke saat kemarau.
Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten, mengingatkan masyarakat mewaspadai polusi selama musim kemarau. Paparan polusi berpotensi meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan serangan panas (heat stroke).
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat berdampak terhadap kesehatan.
Menurut Hendra, ISPA memang bukan penyakit yang selalu berbahaya. Namun, peningkatan kasus ISPA menjadi salah satu indikator kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
“ISPA itu sebenarnya suatu penyakit yang tidak berbahaya, cuma itu jadi indikator bagi Dinas Kesehatan. Kalau penanganan ISPA tidak bagus, dia akan melangkah ke bronkopneumonia. Kalau pada balita atau orang tua bisa menyebabkan kematian,” kata Hendra, dilansir dari ANTARA, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, cuaca panas dapat meningkatkan paparan polusi dari berbagai aktivitas. Beberapa di antaranya adalah pembakaran sampah dan kegiatan industri.
Paparan polusi tersebut dapat mengganggu saluran pernapasan. Kondisi itu juga berpotensi meningkatkan risiko ISPA pada masyarakat.
Karena itu, Hendra meminta masyarakat melakukan pencegahan secara mandiri. Masyarakat juga disarankan menghindari sumber paparan polusi di lingkungan sekitar.
Sumber paparan tersebut antara lain debu, asap kendaraan, dan asap hasil pembakaran.
“Kemudian menjaga daya tahan tubuh dengan tidak begadang, berhenti merokok, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin minum air putih,” ujarnya.
Warga Diminta Tidak Abaikan Gejala ISPA
Hendra mengimbau masyarakat yang mengalami ISPA hingga heat stroke segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Masyarakat tidak disarankan hanya mengandalkan pengobatan mandiri di rumah. Pemeriksaan diperlukan untuk mencegah munculnya komplikasi pada saluran pernapasan bagian bawah.
Dinkes Kabupaten Tangerang juga menyoroti risiko ISPA pada anak-anak dan balita. Risiko tersebut dapat meningkat akibat kondisi cuaca dan paparan asap di lingkungan rumah.
Paparan asap rokok menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Karena itu, orang tua diminta memastikan lingkungan rumah bebas dari asap rokok.
“Kami pun mengingatkan orang tua agar mengontrol jajanan anak, seperti; minuman es yang berlebihan, permen dan makanan manis dengan kandungan pemanis buatan atau bahan perisa, konsumsi makanan tersebut dinilai turut memicu dan mempermudah timbulnya radang saluran pernapasan pada anak,” ungkapnya.
51.300 Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang
Berdasarkan laporan Januari hingga Mei 2026, tercatat 51.300 kasus ISPA di Kabupaten Tangerang.
Kasus tersebut merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas hingga dua saluran utama sistem pernapasan atau bronkus.
Jumlah kasus mengalami peningkatan cukup tinggi pada Februari 2026. Pada bulan tersebut, Dinkes mencatat 11.092 penderita ISPA.
Sementara itu, pada Januari terdapat 10.381 penderita. Kemudian, Maret tercatat 8.910 penderita. Selanjutnya, sebanyak 10.657 penderita tercatat pada April. Pada Mei, jumlah penderita mencapai 10.260 orang.
Hendra menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi laporan dari berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Tangerang.
“51 ribu kasus itu memang jumlahnya gabungan dari seluruh rumah sakit dan puskesmas yang lapor ke Dinkes,” papar dia.
Dinkes Kabupaten Tangerang pun mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Pencegahan paparan polusi dan penerapan pola hidup sehat dinilai penting untuk menjaga kesehatan pernapasan. (*)








Leave a Reply