Tumpukan sampah di Ciputat menumpuk hingga tiga hari. Warga terganggu bau menyengat dan berharap Pemkot Tangsel segera bertindak mengatasi masalah ini.
Aktual Tangerang – Permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan kembali mencuat. Padahal, ini persoalan lama yang terus berulang.
Di beberapa sudut Ciputat, tumpukan sampah terlihat belum terangkut. Delapan titik menjadi lokasi pembuangan sementara oleh warga. Kondisi terparah berada di kolong Flyover Ciputat.
Di bawah flyover, sampah menggunung hingga dua meter. Tumpukan melebar sekitar sepuluh meter sepanjang trotoar.
Meski sampah disimpan dalam kantong plastik, bau menyengat tetap muncul. Air kotor merembes ke jalan dan menimbulkan genangan.
“Pak RW memasang tali pembatas karena baunya sangat kuat,” ujar Agus, pemilik warteg di Ciputat, Kamis (11/12/2025).
Tak jauh dari lokasi itu, dua tumpukan lain muncul di depan Masjid Al-Jihad.

Kantong plastik berwarna merah, hitam, dan putih menumpuk acak. Aroma kuat membuat pengendara menutup hidung sambil mempercepat laju.
“Baunya sangat mengganggu,” keluh Wahyu, warga Ciputat.
Pasar Ciputat menunjukkan kondisi lebih parah. Lima titik penumpukan berada di sekitar kawasan tersebut. Dua titik ada di dalam pasar, tiga titik berdiri di Jalan Aria Putra.
Sayuran layu, buah busuk, plastik, dan sisa daging bercampur menjadi satu. Bau menyengat memicu lalat beterbangan tanpa henti.
Menurut warga, penumpukan terjadi sejak tiga hari terakhir. Truk pengangkut tidak lagi datang pada pagi hari.
“Biasanya jam enam sudah ada mobil pengangkut,” kata Agus.
Ia menyebut truk sudah tak mengangkut sampah selama tiga hari berturut-turut.
Akibatnya, sampah yang tak diangkut mulai membusuk. Air lindi mengalir ke jalan dan menimbulkan aroma tajam.
Saat hujan turun, aliran air membuat jalan licin dan berbahaya. “Sering ada motor hampir jatuh karena permukaan licin,” ungkap Agus.
Warga meminta Pemkot Tangsel bergerak cepat. Mereka berharap penumpukan tidak terus terjadi di Ciputat.
“Kami hanya minta sampah segera diangkut,” ujar Agus.
Hingga saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel belum memberi penjelasan penyebab utama sampah.








Leave a Reply