Balita Stunting di Tangerang Jadi Anak Asuh Polres Soetta

Adi Subchan - 19 September 2025

Seorang balita berusia 2,5 tahun, warga Kampung Selembaran, Kelurahan Selembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menderita tuberkulosis (TBC) dan stunting. Polres Bandara Soekarno-Hatta, memberikan bantuan medis dan gizi. (Foto: Istimewa)
Seorang balita berusia 2,5 tahun, warga Kampung Selembaran, Kelurahan Selembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, menderita tuberkulosis (TBC) dan stunting. Polres Bandara Soekarno-Hatta, memberikan bantuan medis dan gizi. (Foto: Istimewa)

Seorang balita di Tangerang yang mengidap TBC dan stunting mendapat perhatian khusus dari Polres Bandara Soekarno-Hatta. Selama enam bulan, anak tersebut akan mendapatkan pendampingan medis dan bantuan gizi.

Aktual Tangerang – Seorang balita berusia 2,5 tahun berinisial P, warga Kampung Selembaran, Kelurahan Selembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, diketahui menderita tuberkulosis (TBC) dan stunting. Polres Bandara Soekarno-Hatta, memberikan bantuan medis dan gizi.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Ronald Sipayung, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian institusi Polri terhadap kesehatan anak-anak, khususnya yang berisiko mengalami stunting berkepanjangan.

“P akan menjadi anak asuh Polres Bandara selama enam bulan. Kami akan memberikan pendampingan kesehatan secara rutin, memantau perkembangan kesehatannya, serta menyediakan makanan bergizi seperti susu, telur, dan vitamin agar berat badannya bisa mencapai angka ideal,” kata Kombes Ronald, Jumat (19/9/2025).

P merupakan anak dari pasangan S dan E. Ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka tinggal di lingkungan dengan kondisi tempat tinggal yang dinilai kurang layak dan memerlukan perhatian khusus.

Sebagai bagian dari program pendampingan, tim Dokkes Polres Bandara Soekarno-Hatta akan melakukan pemeriksaan kesehatan setiap pekan.

Pada Rabu siang, Wakapolres AKBP Joko bersama tim medis mendatangi rumah keluarga P untuk melakukan pemeriksaan awal dan menyerahkan bantuan pangan bergizi.

“Kami memberikan bantuan berupa telur, biskuit, buah-buahan, dan vitamin. Harapannya, dengan intervensi ini, P bisa terbebas dari stunting dan tumbuh menjadi anak yang sehat,” ujar AKBP Joko.

Baca juga:

Sementara itu, Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Klinik Polres Bandara Soekarno-Hatta, Dedy Kurniawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, P mengalami TBC aktif dan kini tengah menjalani pengobatan di rumah sakit dan Puskesmas.

Baca Juga :  Lima Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Krisis Air Bersih

“P juga masuk kategori stunting. Berat badannya saat ini hanya 8,7 kilogram, padahal idealnya di usia 2,5 tahun adalah sekitar 12 kilogram. Penanganan yang kami lakukan mencakup pemantauan kesehatan, pemberian makanan bergizi, serta vaksinasi yang dibutuhkan,” jelas Dedy.

Ayah P, yang akrab disapa S, mengaku bahwa anaknya terdeteksi mengalami TBC dan stunting sejak usia tujuh bulan.

“Anaknya susah makan, jadi berat badannya tidak pernah naik signifikan,” ujar S.

Selain fokus membantu P, Polres Bandara Soekarno-Hatta juga menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 200 paket sembako kepada pengemudi ojek online, buruh, dan pekerja di lingkungan bandara.

Tak hanya itu, mereka juga menggelar pasar murah dengan menyediakan 15 ton beras seharga Rp52.000 per 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang senilai Rp62.000.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini