Dua Pelajar Tewas di Alam Sutera, Tiga Siswa Ditangkap

Adi Subchan - 11 October 2026

Dua pelajar tewas dalam kecelakaan di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Polisi mengamankan tiga siswa SMK dan menyita tiga senjata tajam. (FOTO: Istimewa)
Dua pelajar tewas dalam kecelakaan di Alam Sutera, Tangerang Selatan. Polisi mengamankan tiga siswa SMK dan menyita tiga senjata tajam. (FOTO: Istimewa)

Aktual Tangerang – Polisi mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam setelah dua pelajar meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Sutera Utama, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/10/2026) sore.

Dalam penanganan perkara ini, polisi menyita celurit besar berwarna merah, arit, dan golok. Ketiga pelajar yang diamankan diketahui merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo membenarkan peristiwa yang menewaskan dua pelajar tersebut. Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga terjadi saat kelompok korban berupaya menghindari kelompok pelajar lain yang diduga membawa senjata tajam.

“Ketiga pelajar tersebut diamankan dalam rangka penyelidikan dugaan kepemilikan senjata tajam. Kami masih mendalami rangkaian kejadian dan keterkaitan masing-masing pihak dalam peristiwa ini,” ujar Boy di Serpong, Tangsel, Minggu (11/10/2026).

Kronologi Dua Pelajar Tewas di Alam Sutera

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera. Saat itu, sekelompok pelajar yang baru selesai menjadi suporter pertandingan futsal melintas menggunakan sepeda motor.

Pada waktu bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam.

Baca Juga :  Kementerian PU Mulai Kaji Penataan Kawasan Perkotaan Tangsel

Situasi itu membuat kelompok pelajar pertama berupaya menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor menuju Sport Center Alam Sutera. Dalam perjalanan, mereka diduga dikejar hingga ke Jalan Sutera Utama.

Lokasi kejadian berada di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia. Di tempat tersebut, dua pelajar yang berboncengan menggunakan Honda Scoopy merah terjatuh.

Sepeda motor mereka menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik. Kedua pelajar tersebut meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan mendata korban. Petugas juga berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Tangerang Selatan dan RSUD Kabupaten Tangerang.

Tiga Pelajar Ditangkap, Senjata Tajam Disita

Setelah memeriksa TKP dan melakukan serangkaian penyelidikan, Unit Reserse Kriminal Polsek Serpong mengamankan tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam.

Berdasarkan laporan kepolisian, ketiganya merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug. Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing.

Polisi turut menyita sebilah celurit besar berwarna merah, sebilah arit, dan sebilah golok. Sejumlah barang lain yang berkaitan dengan penanganan perkara, termasuk satu unit sepeda motor, juga diamankan.

Meski demikian, polisi masih mendalami rangkaian kejadian dan dugaan keterlibatan masing-masing pihak. Hubungan antara dugaan pengejaran dan kecelakaan yang menewaskan kedua pelajar belum dipastikan.

Baca Juga :  Enam Pejabat BPN Serang Terjerat Dugaan Pungli, Nilainya Rp2 Miliar

Hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang tidak menemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk.

Pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh. Luka tersebut ditemukan antara lain pada wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras.

Temuan tersebut menjadi bagian dari penanganan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan kedua pelajar. Namun, penyebab dan rangkaian kejadian secara keseluruhan masih didalami kepolisian.

Penanganan dugaan tindak pidana kepemilikan senjata tajam dilakukan Polsek Serpong sesuai ketentuan yang berlaku. Polisi juga menyatakan penanganan perkara memperhatikan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum.

Sementara itu, kecelakaan yang menewaskan kedua pelajar ditangani Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Tangerang Selatan.

Polres Tangerang Selatan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar melapor kepada kepolisian atau menghubungi layanan 110.

Kepolisian juga mengajak orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat meningkatkan pengawasan serta komunikasi dengan anak-anak dan remaja. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini