51.300 Balita di Kabupaten Tangerang Terpapar ISPA

Adi Subchan - 10 June 2026

Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 51.300 kasus ISPA pada balita. Orang tua diminta waspada dan segera memeriksakan anak jika bergejala. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)
Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 51.300 kasus ISPA pada balita. Orang tua diminta waspada dan segera memeriksakan anak jika bergejala. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Dinkes Kabupaten Tangerang mencatat 51.300 kasus ISPA pada balita. Orang tua diminta waspada dan segera memeriksakan anak jika bergejala.

Aktual Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengimbau orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita.

Hingga saat ini, jumlah kasus ISPA pada balita di Kabupaten Tangerang tercatat mencapai 51.300 kasus.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Tangerang. Penyakit ini dapat mengganggu kesehatan anak dan memicu komplikasi jika terlambat ditangani.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan berbagai faktor memengaruhi tingginya kasus ISPA.

Menurut dia, kondisi lingkungan yang kurang sehat menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus pada balita.

“Pencemaran udara menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA,” kata Hendra, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga :  Kualitas Udara Buruk, Kasus ISPA di Rajeg Tembus 3.307

Ia menjelaskan, kasus ISPA ditemukan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang yang terdiri dari 29 kecamatan.

Meski jumlah kasus cukup tinggi, tidak terdapat kecamatan yang mengalami lonjakan kasus secara signifikan.

“Kasusnya relatif tersebar merata di seluruh kecamatan dan tidak ada daerah yang mendominasi secara signifikan,” ujarnya.

Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ISPA pada anak. Orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk, pilek, sesak napas, atau demam berkepanjangan.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi paparan polusi udara.

Pemenuhan gizi seimbang juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak tetap optimal.

Baca Juga :  DLHK Kabupaten Tangerang Terima 51 Aduan Pencemaran Lingkungan Sepanjang 2026

“Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi anak memburuk dan menekan risiko komplikasi,” kata Hendra.

Dinkes berharap masyarakat lebih aktif melakukan pencegahan agar kasus ISPA pada balita dapat ditekan. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini